Kesehatan
Beranda » Berita » Hindari Konsumsi Gula Berlebih untuk Lindungi Kesehatan Mata

Hindari Konsumsi Gula Berlebih untuk Lindungi Kesehatan Mata

Hindari Konsumsi Gula Berlebih untuk Lindungi Kesehatan Mata
Hindari Konsumsi Gula Berlebih untuk Lindungi Kesehatan Mata

Bulan Ramadhan, selain menjadi momen spiritual bagi umat Islam, juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengubah pola konsumsi mereka demi kesehatan yang lebih baik. Dalam konteks ini, momentum berpuasa telah diakui oleh para ahli kesehatan sebagai peluang untuk menghentikan pola konsumsi gula berlebihan, yang dapat menyebabkan risiko penyakit diabetes, yang pada gilirannya bisa mengancam kesehatan mata.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Widya Artini Wiyogo, Sp.M(K), pengidap diabetes mellitus memiliki risiko yang lebih tinggi terkena glaukoma, kondisi yang sulit ditangani dan dapat mengancam penglihatan. “Penderita diabetes itu yang paling sulit ditangani oleh kami (dokter spesialis mata subspesialis glaukoma). Karena harus menangani diabetesnya, harus melaser retinanya, harus disuntik untuk menghilangkan pendarahannya, diteteskan obat, dan operasi pasang selang,” kata Widya pada sebuah diskusi kesehatan mata di Jakarta.

Widya menyarankan agar ketika berbuka puasa, masyarakat lebih memilih untuk mengonsumsi air putih daripada minuman dan makanan yang manis. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko glaukoma yang disebabkan oleh diabetes.

Telinga Berdenging Bisa Jadi Tanda Gendang Telinga Robek, Ini Penjelasannya

Jenis glaukoma neovaskular, yang umumnya disebabkan oleh diabetes melitus yang tidak terkontrol, menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan mata. Di negara berkembang, sekitar 90 persen kasus glaukoma tidak terdeteksi, yang diperparah oleh fakta bahwa sekitar satu miliar orang di dunia masih belum memiliki akses yang memadai terhadap layanan kesehatan mata.

Dalam rangka memperingati Pekan Glaukoma Sedunia, Jakarta Eye Center (JEC) Group menggelar berbagai kegiatan sosialisasi dengan tema “Gerakan Sadar Glaukoma: Guna Menyelamatkan Kualitas Hidup Kita.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit glaukoma yang tidak dapat disembuhkan dan pentingnya deteksi sedini mungkin.

Glaukoma sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi dapat menyebabkan kerusakan penglihatan yang permanen jika tidak dideteksi dan ditangani dengan cepat. Untuk mendeteksi kondisi ini, JEC menggunakan alat tomografi koherensi optik (OCT), sebuah teknologi pencitraan yang dapat memberikan gambaran tentang lapangan pandang mata.

Dengan upaya seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata meningkat, dan lebih banyak orang bisa mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan mata yang diperlukan.

9 Kandungan dan Manfaat Kandungan Air Kelapa untuk Kesehatan

Ketika ditanya tentang upaya pencegahan lebih lanjut, Widya menekankan pentingnya pendekatan holistik, termasuk pola makan sehat, olahraga teratur, dan pemantauan medis yang rutin. “Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Melalui edukasi dan tindakan preventif, kita dapat melindungi kesehatan mata kita dan meningkatkan kualitas hidup kita secara keseluruhan,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *