Medan, harianbatakpos.com – Pemrakarsa Nommensen Apostel Batak, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Sekdaprovsu Togap Simangunsong, atas perhatian mereka terhadap Panitia Wisata Rohani Napak Tilas Nommensen.
Apresiasi ini disampaikan oleh Bendahara Umum Panitia Wisata Rohani Napak Tilas Nommensen Pdt Dr John Hasiholan Pakpahan MTh, kepada media, Sabtu (30/8/2025). Saat itu, Pdt John Hasiholan didampingi oleh Wakil Ketua Umum Panitia Wisata Rohani Napak Tilar Nommensen Ir Effendi Sianipar, Sekretaris II Drs Tumpal Sitorus, serta unsur panitia lainnya Marganda Purba, dan Chiko Silalahi.
Ia menyebut, bahwa sebelumnya, Kamis (28/8/2025), mereka sudah bertemu dengan Sekda Provsu Togap Simangunsong, di Lantai 9 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan. Di mana pada pertemuan itu, mereka menyampaikan permohonan ke Sekda Sumut, agar sesegera mungkin mengajukan kepada Gubernur, untuk dibuatkan/dikeluarkan SK Panitia Wisata Rohani Napak Tilas Nommensen.
Terkait permohonan itu, lanjut Pdt John Hasiholan, Sekda Sumut pun langsung memberi respon baik. “Beliau, Bapak Sekda, meminta agar para biro terkait, khususnya Biro Hukum dan Biro Parawisata dan Budaya, agar secepatnya membicarakan bersama-sama kepada Bapak Gubsu,” sebut Pdt John, meneruskan ucapan Sekda Sumut.
Selain itu, katanya, Sekda juga akan membicarakannya dengan Gubsu. “Bapak Sekda akan segera menyampaikan serta membicarakannya kepada Bapak Gubau. Dan Beliau (Sekda-red), juga sangat apresiatif dan berbahagia terhadap rencana Program Wisata Rohani Napak Tilas Nommenssen yang akan dilaksanakan. Kebetulan kampung halaman Beliau,” ungkap Pak Pendeta.
Kepada media, Pdt John Hasiholan menyampaikan, yang ikut hadir bertemu Sekda Sumut adalah, Wakil Ketum Panitia Wisata Rohani Napak Tilar Nommensen Ir Effendi Sianipar, Sekretaris II Drs Tumpal Sitorus, serta unsur panitia lainnya Marganda Purba, dan Chiko Silalahi.
Apostel Batak
Ludwig Ingwer Nommensen adalah pahlawan bagi Suku Batak, karena jasa-jasanya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Nommensen adalah seorang misionaris penyebar Kekristenan untuk Suku Batak di Sumatera Utara yang beraliran azas Protestan Lutheran.
Nommensen sangat berjasa bagi Suku Batak dan mengubah pola pikir para tokoh, raja-raja di masa itu dan juga memperbaiki pola hidup Suku Batak di hampir seluruh bidang kehidupan dari masa ke masa hingga saat ini.
Sehubungan dengan itu, pada tahun ini muncul rencana Wisata Rohani Napak Tilas Perjalanan Nommensen di Tanah Batak. Kegiatan akbar yang diinisiasi Yayasan Budi Nasional Sejahtara Utama, adalah menindaklanjuti kegiatan serupa yang berlangsung sukses pada tahun 2007 lalu.
Menurut Pdt Dr John Hasiholan Pakpahan MTh, kegiatan ini adalah semacam ‘parbue’ (buah) dari napak tilas yang sudah berlangsung tahun 2007 lalu. “Salah satu ‘pabue’ itu, adalah pengadaan pompa air bersih tenaga surya di sembilan desa dan satu kelurahan di seputaran Sigumpar,” ungkapnya.
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah, agar ada pendeklarasian secara resmi, gelar Apostel Batak kepada Pdt Dr IL Nommensen. Tujuan lainnya adalah sebagai bentuk penghormatan dan memperingati sejarah, jasa dan pengorbanan Misionaris Nommensen yang telah membebaskan Bangsa Batak dari anemisme, kebodohan, dan keterbelakangan.
Lebih lanjut ia menyampaikan, kegiatan Wisata Napak Tilas terdiri dari Ibadah Raya di Kompleks Gereja HKBP Sigumpar. Kemudian, menelusuri jejak perjalanan Nommensen dari mulai menjejakkan kaki di Barus sampai akhirnya dimakamkan di Sigumpar serta penataan lingkungan dan pemugaran Komplek Makam Nommensen.
Selanjutnya, melakukan pawai keliling di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Tapteng, Toba, dan Tapteng, yang diwakili elemen gereja dan Tokoh Batak. Melaksanakan ziarah ke Makam Nommensen di Sigumpar.
Menyelenggarakan bakti sosial dan pemberdayaan pertanian serta melakukan pengadaan air bersih dari Danau Toba (menggunakan tenaga surya). Serta menyelenggarakan kegiatan Tor-tor Massal dan beberapa bentuk seminar dalam meningkatkan SDM pemuda-pemudi Batak.
Rencananya, kegiatan ini akan dihadiri sejumlah elemen masyarakat termasuk dari unsur pemerintah baik pusat maupun daerah. Sedangkan dari unsur gereja ada HKBP (Tarutung), GKPI (Pematang Siantar), HKI (Pematang Siantar), GKPS (Pematang Siantar), GKPB (Jakarta), GBKP (Kabanjahe), GKPA (Padangsidimpuan), BNKP (Nias), GKPPD (Sidikalang), GMI (Medan), dan Gereja Katolik (Paroki Toba). (RjP)
Komentar