Medan, harianbatakpos.com – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumut Novita Saragih, memberikan klarifikasi terkait informasi beredarnya isu ‘superflu’, yang disebut-sebut telah masuk ke wilayah Sumatera Utara. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik dan diminta menyikapi informasi tersebut secara bijak.
Novita menjelaskan, istilah ‘superflu’ yang ramai diperbincangkan di masyarakat sebenarnya merujuk pada influenza biasa. Hal ini juga telah dijelaskan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, bahwa virus yang dimaksud adalah Influenza A Subtipe H3N2.
“Jadi ini bukan virus baru yang berbahaya seperti Covid-19, melainkan jenis influenza yang memang sudah dikenal dan sering beredar,” kata Novita , Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan, tingkat keparahan influenza tersebut tidak dapat disamakan dengan Covid-19 yang sebelumnya memiliki varian mematikan, seperti Delta. Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Sumatera Utara juga belum menerima surat edaran atau pemberitahuan resmi dari Kementerian Kesehatan terkait penanganan khusus ‘superflu’.
Terkait langkah pencegahan, Novita mengimbau masyarakat Sumatera Utara untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Menurutnya, langkah-langkah sederhana sudah cukup efektif untuk melindungi diri dari virus influenza.
“Masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta menerapkan kebiasaan sehat,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menggunakan masker saat berada di keramaian, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan. “Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, kami menilai masyarakat sudah cukup terlindungi dari risiko penularan influenza,” pungkas Novita. (RED)


Komentar