Tebingtinggi, harianbatakpos.com – Sebanyak delapan orang penumpang mini bus meninggal dunia dan satu kritis, dalam kecelakaan maut. Di mana, kereta api penumpang, KA Sribillah Utama jurusan Rantauprapat – Medan, menabrak saru unit mini bus Avanza Nomor Polisi BK 1657 ABP, tepatnya di perlintasan KA tanpa palang pintu, di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara.
Kecelakaan maut ini terjadi, tepatnya di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Rabu sore (21/102026), sekira pukul 17.30 WIB.
Melihat peristiwa ini, warga yang berada di lokasi kejadian, langsung berbondong-bondong ke lokasi kejadian dan segera melakukan evakuasi para korban. Evakuasi itu sendiri berjalan dramatis, sebab beberapa korban di antaranya ada yang terjepit badan mobil yang rusak parah.
Usai dikeluarkan satu per satu, seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi, guna dilakukan otopsi dan perawatan medis.
Menurut keterangan saksi mata, Imam (35), saat di lokasi kejadian mengatakan, kecelakaan bermula saat minibus datang dari arah Sungai Sigiling menuju Bagelen. “Saat hendak menyeberang di perlintasan rel kereta api, dengan bersamaan datang Kereta Api Sribillah Utama jurusan Rantauprapat – Medan,” kata Imam.
Saksi imam menambahkan, sebelum kejadian, warga sekitar sudah sempat memberikan peringatan kepada pengemudi. Namun diduga pengemudi tidak mendengar dan akhirnya tabrakan pun tidak bisa terhindarkan.
Minibus berpenumpang sebanyak sembilan orang tersebut, terseret sejauh lima ratus meter dari lokasi awal kejadian. Dan di lokasi kejadian, sebanyak delapan penumpang meninggal dunia di tempat. “Sementara seorang penumpang dalam kondisi keadaan kritis dan masih dalam perawatan medis,” tutupnya.
Hingga berita ini sampai ke meja redaksi, belum ada satu pun pihak dari kepolisian Laka Lantas Polres Tebingtinggi yang bisa memberikan keterangan identitas korban dan penyebab peristiwa tersebut. (RED)


Komentar