Bencana Alam Headline Internasional
Beranda » Berita » AS Dihantam Malapetaka, Warga Hidup tanpa Listrik, Penerbangan Lumpuh

AS Dihantam Malapetaka, Warga Hidup tanpa Listrik, Penerbangan Lumpuh

Suasana badai yang melanda Amerika Serikat. (foto/AP)

Jakarta, harianbatakpos.com – Badai musim dingin dahsyat melanda Amerika Serikat (AS), menyebabkan lebih dari 160.000 pelanggan listrik kehilangan pasokan dan memaksa ribuan penerbangan dibatalkan.

Cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga awal pekan depan dan berpotensi melumpuhkan wilayah timur AS, dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (25/1/2026).

Sedikitnya 4.000 penerbangan yang dijadwalkan pada Hari Sabtu (24/1/2026) waktu setempat dibatalkan. Sementara lebih dari 9.400 penerbangan untuk Minggu turut terdampak, menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware. Maskapai-maskapai besar AS pun mengimbau penumpang untuk bersiap menghadapi pembatalan mendadak.

Tembus Medan dan Cuaca Ekstrem, Prajurit TNI Temukan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500

Badai ini membawa kombinasi salju lebat, hujan es, hujan beku, serta suhu ekstrem yang diperkirakan menyapu sekitar dua pertiga wilayah timur AS. Layanan Cuaca Nasional AS memperingatkan potensi akumulasi es yang tebal di kawasan tenggara, dengan dampak yang dapat melumpuhkan aktivitas hingga menimbulkan bencana lokal.

Presiden AS Donald Trump menyebut badai tersebut sebagai peristiwa ‘bersejarah’ dan telah menyetujui deklarasi bencana darurat federal di 12 negara bagian, termasuk Carolina Selatan, Georgia, Tennessee, hingga Virginia Barat.

“Kami akan terus memantau dan tetap berhubungan dengan semua negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman dan tetap hangat,” tulis Trump melalui unggahan di Truth Social, dikutip Reuters, Minggu (25/1/2026).

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mencatat sebanyak 17 negara bagian dan Distrik Columbia telah menetapkan status darurat cuaca. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan puluhan ribu warga di wilayah selatan terdampak pemadaman listrik.

Peran Dinas Lingkungan Hidup dalam Menjaga Kelestarian Daerah

“Memang ada puluhan ribu orang di negara bagian terdampak di Selatan yang kehilangan aliran listrik. Kami memiliki tim dari perusahaan utilitas yang bekerja untuk memulihkan aliran listrik secepat mungkin,” ujar Noem dalam konferensi pers, Sabtu.

Menutup pernyataannya, Noem mengimbau warga AS untuk bersiap menghadapi kondisi ekstrem. “Cuacanya akan sangat, sangat dingin. Kami mendorong semua orang untuk menyimpan bahan bakar dan makanan. Kita akan melewati ini bersama-sama,” ujarnya.

Data PowerOutage.com menunjukkan bahwa pada Sabtu malam, mayoritas pemadaman terjadi di Louisiana dan Texas. Merespons kondisi tersebut, Departemen Energi AS mengeluarkan perintah darurat yang memungkinkan Dewan Keandalan Listrik Texas mengerahkan sumber daya pembangkit cadangan guna menekan risiko pemadaman lebih luas.

Akibat bencana ini, sektor penerbangan juga terpukul. Delta Air Lines menyatakan terus menyesuaikan jadwal penerbangan, termasuk pembatalan tambahan di Atlanta serta sepanjang Pantai Timur seperti Boston dan New York.

Sementara itu, JetBlue mengkonfirmasi telah membatalkan sekitar 1.000 penerbangan hingga Senin, dengan potensi pembatalan lanjutan. United Airlines juga mengaku telah membatalkan sejumlah penerbangan secara proaktif di wilayah dengan cuaca terburuk.

Operator jaringan listrik juga meningkatkan langkah antisipasi untuk mencegah pemadaman bergilir. Dominion Energy bahkan memperingatkan badai es kali ini bisa menjadi salah satu peristiwa musim dingin terbesar yang pernah mempengaruhi operasional mereka di Virginia, wilayah yang menampung pusat data terbesar di dunia. (REL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *