Jakarta, harianbatakpos.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa usulan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disampaikan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Jusuf Kalla mengusulkan agar pemerintah menaikkan harga BBM di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Menurutnya, subsidi BBM berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga memicu defisit.
Menanggapi hal itu, Gibran menegaskan bahwa pemerintah tetap menghargai berbagai masukan dari tokoh nasional, termasuk Jusuf Kalla, namun kebijakan yang diambil tetap merujuk pada arahan presiden.
“Pemerintah menghargai dan memberikan perhatian serius berbagai masukan yang ada, termasuk dari Bapak Jusuf Kalla terkait usulan untuk menaikkan harga BBM. Namun mohon maaf, hal tersebut tidak sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gibran dalam keterangannya, dikutip dari Pikiran Rakyat, Jumat (10/4/2026).
Ia menegaskan, pemerintah saat ini fokus menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan. “Secara jelas dan tegas, Presiden telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil,” katanya.
Efisiensi
Alih-alih menaikkan harga BBM, pemerintah memilih langkah alternatif berupa efisiensi dan ‘refocusing’ anggaran. Strategi ini dinilai lebih tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi tanpa memicu efek domino terhadap harga kebutuhan pokok.
“Pemerintah bertekad melakukan efisiensi dan refocusing anggaran untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM seperti kenaikan harga bahan pokok, biaya transportasi, dan lain-lain,” ujar Gibran.
Transisi
Selain langkah jangka pendek, pemerintah juga mempercepat transformasi energi sebagai solusi jangka panjang. Salah satu fokus utama adalah pengembangan kendaraan listrik serta pemanfaatan energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
“Akselerasi transisi menuju penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan juga terus didorong,” ucap Gibran.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo baru saja meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong kemandirian energi nasional.
“Hari ini Bapak Presiden melakukan kunjungan ke Magelang untuk meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik, sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah,” katanya.
Dengan kombinasi kebijakan menjaga harga BBM, efisiensi anggaran, dan percepatan transisi energi, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menyiapkan fondasi energi berkelanjutan di masa depan. (REL)


Komentar