oleh

Anggiat Manalu,SH.MH: Aksi Nekat Begal & Gemot Pengaruh Narkoba, Sejatinya Polri Lakukan Pengawasan Dini

Medan-BP: Hukum di Republik ini sejatinya sudah tegas dan lugas. Hanya saja oknum petugas yang melaksanakan tugasnya sebagai aparat hukum masih tergantung perintah atasan. Artinya prinsip petugas hukum sifatnya secara person belum mandiri. Padahal secara kedinasan yang disandang aparat itu sudah jelas penegak hukum yang mestinya  berjalan sesuai tugas pokok dan fungsi sepatutnya.  Pendapat ini dipaparkan tokoh politik nasional Anggiat Manalu SH MH kepada Batakpos melalui telepon  seluler nya dijakarta,  Kamis, (7/6/2019) saat dimintai komentarnya terkait sadisnya perilaku begal dan geng motor  akhir akhir ini ditengah tengah masyarakat.

Aksi begal dan geng motor tentu sangat meresahkan masyarakat. Perilaku sadis mereka diyakini berpengaruh dengan mengkonsumsi narkoba. Kata Anggiat BM Manalu salah satu pengurus Persatuan Advokat Republik Indonesia (Peradi) pusat ini menyebutkan, pengaruh narkoba mampu membuat sifat manusia tak normal. Karena pengaruh konsumsi narkoba orang akan bertindak diluar kesadaran.

“Sadis dan kejam, itulah yang terjadi”.

Jadi sumber begal dan kejahatan geng motor diberdaya budak narkoba, ujar Anggiat.

Kembali pada penegakan hukum, ucap Anggiat, mengungkapkan, bahwa aparat hukum sulit untuk diprediksi. Maksudnya lembaga Polri, bahwa anggota anggota yang bertugas di lapangan pintar dan bijaksana dalam memerankan tugasnya. Namun harus ada perintah dari atasan untuk menjalankan tugasnya. Apalagi yang bentuknya penangkapan dan pengamanan.

Akan tetapi ada kerancuan, sebagaimana dilapangkan. Misalkan ada anggota mampu melaksanakan tugas penangkapan terhadap  pengguna narkoba  diluar perintah.

Petugas lapangan mampu menjerat , mengamankan pemakai narkoba dengan dalil target operasi. “Pengguna dan pemakai bisa cepat diamankan petugas tanpa diketahui siapa pengedarnya. Sehingga timbul pertanyaan siapa pengedarnya dan dari mana sumber narkoba itu.

Tugas Polri lah untuk mengungkap gembong narkoba itu.

Seyogianya sambung Anggiat aktivis hukum mengatakan, sumber narkoba dapat diredam jika pucuk pimpinan  Polri memberi target kemasing masing jajarannya .

Setiap jajaran Polsek, Polres dan Polda diberi target menangkap pengguna, pengedar dan gembongnya hingga sampai bandarnya. Maka dengan sistem ini, diyakini beredarnya barang haram narkoba akan terminimalisir, cetusnya.

Disinggung apa upaya lain yang tersistem dengan arti  mengawali untuk meredamkan aksi kriminal begal dan geng motor yang masih marak ditengah tengah masyarakat. Menurut Anggiat menjelaskan, perilaku kejahatan begal dan geng motor tentunya dimulai dari kegiatan ngumpul – ngumpul dipinggir jalan.

Mereka para anak remaja berbondong bondong sampai subuh dijalanan yang tidak diketahui apa kegiatannya.

“Tentu mencurigakan, kegiatan apa yang sedang dirancang para anak muda tersebut, kalau bukan kegiatan negative”, ungkap Anggiat.

Oleh karena itu, perlu dipantau. “Pengawasan dini terhadap gerak gerik gerombolan anak remaja yang ngumpul sampai subuh”. Inilah tugas awal petugas Polri untuk meredam kejahatan, tukas Anggiat.(BP/MM)

Komentar

News Feed