Headline Internasional
Beranda » Berita » Biaya Operasi ‘Epic Fury’ Amerika Habiskan Rp98 Triliun Hanya dalam 100 Jam

Biaya Operasi ‘Epic Fury’ Amerika Habiskan Rp98 Triliun Hanya dalam 100 Jam

Asap membumbung ke udara setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. (foto/Antara)

Jakarta, harianbatakpos.com – Operasi militer Amerika Serikat yang dikenal dengan ‘Operation Epic Fury’ di Iran, diperkirakan telah menghabiskan biaya sekitar US$5,82 miliar atau setara dengan Rp98 triliun hanya dalam 100 jam pertama sejak dimulai.

“100 jam pertama dari ‘Operation Epic Fury’ telah menelan biaya setidaknya sekitar US$5,82 miliar bagi pasukan AS, atau sekitar 0,69% dari seluruh anggaran pertahanan AS pada tahun 2026,” demikian dikutip dari bisnis.com, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, dilansir dari laman Anadolu, pada 24 jam pertama operasi tersebut, AS diperkirakan telah menghabiskan biaya sebesar US$779 juta atau setara dengan Rp13,1 triliun. Seiring berjalannya operasi, total biaya operasional serangan AS telah mencapai sekitar US$3,3 miliar dengan angka dari Center for Strategic and International Studies menunjukkan total yang serupa.

Tokoh Pemuda Pertanyakan Pembangunan Gedung Baru Kejati Sumut

Tak hanya biaya operasional, Amerika juga diketahui mengalami kehilangan aset militer yang signifikan akibat serangan balasan dari Iran. Menurut perkiraan Anadolu, AS telah kehilangan aset militer mencapai sekitar US$2,52 miliar.

Penyumbang dari kerugian AS ini berasal dari sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Sistem radar yang diperkirakan bernilai US$1,1 miliar ini dikonfirmasi telah rusak setelah dihantam oleh rudal Iran pada Sabtu.

Selanjutnya, pada Hari Minggu, tiga pesawat F-15E Strike Eagle juga dilaporkan hilang dalam insiden tembakan salah sasaran yang melibatkan pertahanan udara Kuwait. Meskipun keenam awak pesawat selamat, tetapi pesawat-pesawat tersebut hancur dengan biaya penggantinya yang diperkirakan mencapai US$282 juta.

Pejabat Amerika Serikat juga menyebut bahwa tiga pesawat pengintai dan serang MQ-9 Reaper milik Angkatan Udara AS telah ditembak jatuh. Kerugian dari tiga pesawat pengintai tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$90 juta.

Heboh Mayat di Menteng VII Medan Denai, Polisi Amankan 2 Remaja Terduga Pembunuhan

Dalam serangan awal Iran, markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain turut menjadi sasaran. Serangan oleh Iran telah menghancurkan dua terminal komunikasi satelit serta sejumlah bangunan lainnya.

Laporan intelijen sumber terbuka mengidentifikasi terminal SATCOM yang menjadi target sebagai AN/GSC-52B, dengan perkiraan biaya sebesar US$20 juta, termasuk biaya penyebaran dan pemasangan.

Tak hanya terminal SATCOM yang hilang di Bahrain, citra satelit yang dianalisis oleh New York Timer dari Camp Arifjan di Kuwait juga menunjukkan tiga radome lagi yang hancur, menambah biaya sekitar US$30 juta.

Sejak laporan awal mengenai hancurnya komponen radar AN/TPY-2 dari sistem Rudal Anti-Balistik (ABM) THAAD yang ditempatkan di Kota Industri Al-Ruwais di Uni Emirat Arab, setidaknya satu sistem AN/TPY-2 lainnya di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania juga disebut telah hancur.

Berdasarkan laporan tersebut, komponen radar yang rusak diperkirakan bernilai US$500 juta per unit. Selain itu, terdapat juga laporan yang menyebutkan bahwa sistem lain telah terkena serangan di UEA, tetapi belum ada konfirmasi resmi maupun citra satelit yang mendukung laporan ini.

Secara keseluruhan, Iran disebutkan telah merusak aset militer AS di kawasan tersebut dengan nilai sekitar US$2,52 miliar. (REL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BatakPos TV

BatakPos TV