Fodium Medan Gelar Program Fardhu Kifayah dan Da’i Entrepeneur

Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi ketika merima audiensi pengurus Fodium Kota Medan di Balai Kota Medan, Kamis (31/10).BP/erwan

Medan-BP: Pemko Medan siap mendukung Forum Dakwah dan Ustadz Mudan (Fodium) Kota Medan melaksanakan program fardhu kifayah, terkhusus pelatihan memandikan jenazah bagi para remaja Islam di Kota Medan. Selain mengatasi minimnya tenaga Bilal jenazah saat ini, pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan tersebut tentunya  bisa dipergunakan di tengah lingkungan keluarga, terutama apabila ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Dukungan ini disampaikan Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi ketika merima audiensi pengurus Fodium Kota Medan di Balai Kota Medan, Kamis (31/10). Dikatakan Plt Wali Kota, pelatihan ini dinilai sangat penting dilakukan dan merupakan kebutuhan bagi umat.

"Kami siap mendukung program fardhu kifayah yang dilaksanakan pengurus Fodium Kota Medan. Apalagi Pemko Medan melalui Bagian Sosial dan Pendidikan (Sospen)  setiap tahunnya juga memiliki program pelatihan bilal jenazah. Tentunya program ini bisa kita sinergikan dengan program fardhu kifayah yang dilaksanakan Fodium Kota Medan," kata Plt Wali Kota.

Didampingi Kabag Agama Setdako Medan Adlan dan Sekretaris Dispora Kota Medan Azam, Plt Wali Kota mengungkapkan, tidak sedikit warga yang ditimpa kemalangan sulit untuk mendapatkan bilal jenazah guna melaksanakan fardhu kifayah mulai memandikan, mengkafani hingga memandikan jenazah. Sebab, tidak semua orang bisa dan mampu melaksanakan fardhu kifayah tersebut.

Sebelumnya, Ketua Fodium Kota Medan Hazam Siregar menjelaskan, selain bersilaturahmi, kedatangan mereka dalam rangka melaporkan sekaligus mendukung dua program Fodium Kota Medan yang tengah berjalan saat ini yakni program fardhu kifayah dan da'i entrepreneur. Menurut Hazam, program fardhu kifayah merupakan salah satu upaya melakukan pembinaan terhadap para remaja.

"Melalui program fardhu kifayah ini, kita harapkan para remaja yang mengikutinya dapat mengetahui tentang tata cara memandikan dan mengkafani jenazah. Dengan demikian ketika orang tua ataupun anggota keluarganya ada yang meninggal dunia, remaja yang bersangkutan dapat melaksanakan fardhu kifayahnya dengan baik," jelas Hazam. (BP/EI)

Penulis: -

Baca Juga