oleh

Genk Motor Berulah, Ustazd Martono: Saya Mengutuk Keras Pelaku Pengrusakan di Jalan Setia Budi

Medan-BP: Genk motor kembali berulah di Kota Medan. Seperti yang terjadi baru-baru ini di Simpang Sei Belutu Medan, puluhan genk motor dengan menggunakan senjata tajam mengancam beberapa warga yang melintas  dan juga tempat usaha kuliner dan warnet.

Sontak membuat beberapa warga panik dan ketakutan, serta usaha kuliner Martinus turut menjadi korban pengerusakan. Kejadian ini pada hari Rabu (5/6/2019) pukul 03.00 WIB, saat umat muslim akan merayakan Hari Raya ldul Fitri.

Rupanya aksi genk motor tersebut, membuat  Ustadz Martono geram dan mengutuk keras para pelaku pengerusakan tempat usaha kuliner dan warnet tersebut.

“Maraknya genk motor di kota medan jelas telah meresahkan masyarakat. Mereka telah sering melakukan tindakan brutal dan anarkis, seperti yang  terjadi baru-baru ini di  Jalan Setia Budi Medan yang merusak warkop dan warnet disaat umat muslim malam takbiran. Mereka (genk motor) telah menodai kesucian malam takbiran. Sangat memprihatinkan dan mengutuk keras tindakan moralnya,” ucap Ustazd Martono melalui sambungan selulernya, Sabtu (8/6/2019).

Ustazd Martono yang juga Penasehat Batak Bersatu ini, berharap agar pihak kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda memberikan bimbingan dan arahan yang positif sehingga nantinya menciptakan suasana kondusif.

“Saya berharap agar Kapolresta Medan melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yg melakukan tindakan anarkis tersebut agar hal serupa tidak terjadi lagi. Kedepan pihak keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan elemen lainnya untuk menjemput bola guna memberikan bimbingan dan arahan kepada beberapa genk motor yg ada di Kota Medan, agar hobby bermotor dapat di salurkan ke arah yg lebih positif sehingga dapat menciptakan suasana yang kondusif dalam menciptakan medan yang bermartabat,” pungkasnya dengan tegas.

Ia juga menghimbau kepada para orang tua untuk dapat mengawasi anak, terutama bagi yang mengendarai sepeda motor.

” Orang tua, dari dini harus mengawasi anak-anaknya, agar tidak ikut-ikutan genk motor. Apalagi yang pakai sepeda motor harus diawasi,” ucap Penasehat Batak Bersatu ini.(BP/Pandi)

Komentar

News Feed