Semarang-BP: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (21/9/2018) menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Pramuka ke-57 tingkat Provinsi Jawa Tengah, Di Kab. Tegal. Ditengah-tengah upacara, Gubernur meminta agar ada perwakilan yang maju dari masing-masing daerah di 35 Kab/Kota.
“Saya minta masing-masing satu perwakilan dari tiap kabupaten maju. Ayo, lari maju ke depan, cepet!,” kata Ganjar.
Situasi di Bumi Perkemahan Martoloyo, Desa Sumarsih, Kecamatan Bojong, Kab. Tegal yang semula khidmat mendadak ramai.
Setelah sempat kebingungan, akhirnya terkumpullah 35 perwakilan, mereka dibariskan di depan mimbar inspektur upacara. Dua di antara mereka diminta melantangkan poin 9 dan 10 Dasa Dharma Pramuka.
“Bertanggung jawab dan dapat dipercaya, suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan” ungkap dua anggota pramuka itu serempak.
Ganjar pun menyampaikan dan meminta anggota pramuka bisa mengamalkan 2 poin terakhir pada Dasa Dharma Pramuka itu.
“Saya menekankan 2 poin itu, karena jika mengamalkannya InsyaAllah kita tidak akan saling menyakiti, tidak akan membenci dan tidak membuat fitnah-fitnah. Maka kalau pikiran perkataan dan perbuatan jadi satu sikap maka tidak akan ada hoax, tidak ada saling membenci. Rukun semua dan damai,” tandasnya.
Menjelang tahun pemilu pada 2019, Ganjar meminta Pramuka menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pemilu damai. Pramuka diminta untuk jadi pengawal, pengawas, contoh serta mengingatkan siapapun agar mengedepankan kerukunan dalam perbuatan baik di dunia nyata ataupun dunia maya.
“Sebentar lagi ada Pilkades di Tegal, ada pilpres. Pramuka akan jadi pioner yang membuat bangsa ini adem. Kalian saya tugasi di daerah masing-masing jadi agen perdamaian,” ujarnya.
Untuk memastikan tugas itu, Ganjar meminta nomor handphone masing-masing siswa untuk berkomunikasi tentang tugas-tugas selanjutnya. “Siap?” tanya Ganjar yang disambut siap juga oleh para anggota pramuka.
Sementara itu, Dwi Septi Lutviana salah satu anggota Pramuka yang diminta maju mengaku hal ini merupakan kesempatan luar biasa karena mendapat tugas langsung dari gubernur.
Ia pun mengaku akan terus menyampaikan pesan perdamaian baik langsung atau lewat dunia maya seperti yang ditugaskan gubernur.
“Meski saya tahu tugas ini tidak mudah, berat sekali tapi sebagai pramuka saya harus siap,” ungkap siswi SMA Negeri 1 Ajibarang ini. (Rri/JP)
Komentar