Hari Sumpah Pemuda, Gerakan PETA Indonesia Gelar Dialog Publik di Medan

Keluarga Besar Gerakan Pemuda-Pemudi Indonesia foto bersama usai acara dialog publik peringatan hari sumpah pemuda di The Coffee Town Medan, Senin (28/10/2019).

Medan-BP : Gerakan Pemuda-Pemudi Tapanuli (PETA) Indonesia mengadakan dialog publik, memperingati Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2019). Dialog publik tersebut digelar di The Caffee Town, Jalan Ngumban Surbakti, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

Dialog tersebut mengusung tema, "Merawat Ingatan Bertindak Sebagai Pemuda". Pembicara yang dihadirkan yakni Anggota DPRD Medan, Renville Pandapotan Napitupulu, Drs Antoni Purba, M.Si, Dr Elisabeth Nurhaini Butar-butar, S.H.MHum dan Richard Sidabutar, SE.

Ketua Presidium Pusat Gerakan PETA Indonesia, Fredi Lumban Gaol mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat juang Pemuda-Pemudi Indonesia.

Hal tersebut kata dia, menjadi dasar untuk mengkolaborasi Gerakan PETA Indonesia, khususnya di Tapanuli.

"Ini juga momentum yang tepat, untuk menyatukan gerakan Pemuda-Pemudi Indonesia agar bangkit kembali untuk membawa perubahan di kawasan Tapanuli," kata Fredi Lumban Gaol.

Pengurus Presidium Pusat Gerakan PETA Indonesia saat foto bersama dengan para narasumber dialog publik.

Fredi menambahkan, di era perkembangan saat ini, pemuda harus menjadi ujung tombak majunya suatu daerah, khususnya Pemuda Tapanuli harus maju dan menaklukkan dunia. " Saya harap ke depan, Pemuda-Pemudi Tapanuli harus menjaga dan melestarikan nilai-nilai tradisi dan kebudayaan, karena kebudayaan nafas dari kelangsungan hidup bangsa dan Tapanuli ," ucap pria asal Sidikalang itu.

Sementara itu, Anggota DPRD Medan, Renville Napitupulu mengatakan diperkembangan teknologi saat ini pemuda harus dibekali dengan sesuatu hal yang memili kualitas daya saing yang tinggi, dimana teknologi saat ini tidak ada lagi yang mengalahkan, maka dari itu teknologi harus dimanfaatkan kreatif dan inovatif.

Selain itu, Renvillle juga meminta Pemuda-Pemudi Indonesia yang hadir pada dialog Publik tersebut agar selalu menghormati orangtua dan budaya yang selama ini kita lupakan agar selalu dijaga.

" Kalau kita bercerita dulu, kita sangat segan (hormat-red) sama orangtua kita, sekarang anak-anak sudah main jatur sama orangtua begitu selesai minum tuak mabuk, lalu dipanggil nama orangtuanya," ucapnya.

Anggota DPRD Medan, Renville Napitupulu saat menjadi salah satu narasumber dialog publik hari sumpah pemuda.

Ia juga meminta agar budaya menghormati agar dikembalikan seperti  semula, dimana rasa menghormati pemuda saat ini jauh tertinggal dibandingkan dulu. " masa kita berbicara yang besar-besar sementara hal kecil tidak bisa kita atasi seperti menghormati orangtua," ucap pria berbadan kekar itu.

Pantau media ini dilokasi, sejumlah tamu yang hadir terlihat saling berdialog dengan keempat narasumber dengan beberapa pertanyaan tentang  budaya, adat dan arah Pemuda Tapanuli di masa depan. (BP/Pandi)

Penulis: -

Baca Juga