Internasional
Beranda » Berita » Inspirasi dari Raja Bintang, Mahasiswa UM Penerima KIP Kuliah yang Sukses Riset di Jepang

Inspirasi dari Raja Bintang, Mahasiswa UM Penerima KIP Kuliah yang Sukses Riset di Jepang

HarianBatakpos,com, JAKARTA  BP: Raja Bintang Tua Sinaga, seorang mahasiswa dari Universitas Negeri Malang (UM) sekaligus penerima KIP Kuliah, telah mencapai prestasi gemilang dengan berhasil menjalani riset di University of Tokyo. Prestasi ini menjadi bukti semangat dan kegigihan Raja dalam mengejar pendidikan tinggi meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan finansial.

Lahir di Batam, Kepulauan Riau, Raja adalah anak bungsu dari pasangan Hardiman Sinaga dan Lasma Sianturi yang berasal dari Batak. Dengan ayah yang bekerja serabutan di galangan kapal dan ibu yang tidak bekerja, Raja sempat merasa bingung antara melanjutkan pendidikan atau bekerja setelah lulus SMA pada tahun 2020.

“Saat itu, saya memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu karena kondisi ekonomi keluarga. Saya bekerja di PT Maruwa, perusahaan elektronik di Batam, selama satu tahun. Namun, keinginan untuk kuliah tetap kuat dalam diri saya,” ungkap Raja, seperti disadur dari lama Kompas.com.

Penampakan Jamur di Mars Picu Spekulasi Kehidupan Asing, Ini Kata NASA dan Ilmuwan

Motivasi Raja semakin kuat setelah melihat salah satu kakaknya yang berhasil bekerja sambil kuliah di Universitas Negeri Malang. Kakak lainnya yang memilih bekerja setelah lulus SMK juga memberi dorongan tambahan. Melalui mereka, Raja mengetahui tentang program KIP Kuliah yang ditujukan untuk siswa berpotensi namun memiliki keterbatasan finansial.

“Saya mendengar dari kakak saya tentang program KIP Kuliah. Saya lalu mencari informasi lebih lanjut di internet dan akhirnya mendaftar. Alhamdulillah, saya lolos seleksi penerima KIP Kuliah tahun 2021 dan diterima di Universitas Negeri Malang,” cerita Raja.

Memilih Program Studi Fisika di Universitas Negeri Malang, Raja merasa bahwa ilmu Fisika memiliki cakupan yang luas dan mendalam. Ia tertarik dengan bagaimana matematika digunakan untuk menjelaskan fenomena fisik, serta aplikasi mekanika kuantum dan termodinamika yang bahkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam daripada kimia.

“Dengan mempelajari Fisika, saya dapat lebih mudah berkomunikasi dengan akademisi dan lebih fleksibel dalam mencari pekerjaan,” jelas Raja, yang telah meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 di semester lima.

Proyek Bendungan Raksasa Tiga Ngarai China Diduga Pengaruhi Rotasi Bumi

Selain berprestasi di akademik, Raja juga aktif dalam organisasi sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Departemen Fisika Universitas Negeri Malang (HMD Fisika UM) bagian penalaran pada tahun 2022. Keaktifannya ini memberinya banyak relasi dan informasi, termasuk mengenal kegiatan ONMIPA (Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).

Raja berhasil meraih juara kedua di ONMIPA yang digelar di Universitas Pendidikan Ganesha pada tahun 2023. Namun, di ajang ONMIPA-PT di Universitas Hasanudin pada Mei 2024, Raja hanya berhasil menjadi finalis. Meskipun demikian, pengalaman ini sangat berarti baginya.

“Saya bersyukur bisa bertanding di antara orang-orang hebat. Saya baru saja menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu, Jawa Tengah, pada Februari hingga Mei 2024,” ujar Raja.

Sejak 1 Juni hingga Agustus 2024, Raja mengikuti Program International Credit Transfer (ICT) di University of Tokyo, bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini memungkinkan mahasiswa mentransfer kredit atau beban studi ke perguruan tinggi di luar negeri.

“Saya lolos seleksi akhir dan dosen pembimbing saya merekomendasikan saya ke kenalannya di University of Tokyo. Saya diundang untuk melakukan penelitian dan kegiatan laboratorium di sana,” kata Raja dengan bangga.

Melalui program ICT, Raja akan mendapatkan sertifikat yang dapat dikonversi dengan 20 SKS. Ia berharap hasil penelitiannya di Jepang bisa digunakan sebagai bahan riset skripsi. Selain manfaat akademis, Raja juga mengembangkan keterampilan interkultural yang penting dalam lingkungan global yang semakin terhubung.

Setelah menyelesaikan studi S1, Raja berencana melanjutkan S2 melalui beasiswa seperti LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) atau beasiswa lainnya. Ia juga memberikan motivasi kepada mereka yang memiliki keterbatasan finansial namun ingin melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.

“Jangan merendahkan diri. Tempuh pendidikan setinggi mungkin. Kita boleh lahir kurang mampu, tapi jangan sampai mati miskin juga. Masa depan belum ditentukan,” tutup Raja dengan penuh semangat.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *