oleh

Jadi Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto Punya Beban Bertumpuk

Jakarta-BP: Pemerintah resmi menunjuk Dwi Soetjipto sebagai Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Pelantikannya, dilakukan Senin (3/12/2018) kemarin.

Dwi menggantikan posisi Amien Sunaryadi yang pensiun pada 20 November lalu. Mantan Dirut Pertamina ini diberikan pesan untuk fokus pada 3 hal terlebih dulu oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Hal pertama yang diminta oleh Jonan untuk dilakukan oleh Dwi di lembaga barunya adalah menjalankan good corporate governance (GCG) yang selama ini dilakukan oleh Amien.

“Saya minta beberapa hal sebagai menteri dan komite pengawas SKK Migas yaitu melanjutkan GCG yang dilakukan Pak Amien,” kata Jonan di kementerian ESDM, Senin (3/12/2018).

Kedua adalah meningkatkan cadangan dan eksplorasi. Terutama mengeksplorasi WK terminasi yang komitmen kerja pastinya sampai saat ini tercatat US$ 2 miliar sampai 10 tahun ke depan.

“Ada WK terminasi yang akan jatuh tempo, tolong bantu Ditjen Migas lakukan lelang terbuka untuk WK eksplorasi. Kontraknya sudah diubah jadi gross split, konsepnya sama seperti tax royalti di AS. Jadi tolong yang masih cost recovery tersisa biayanya diatur,” lanjutnya.

Ketiga adalah peningkatan konten dalam negeri (TKDN) dalam proyek-proyek hulu migas, semaksimal mungkin.

Lalu, terakhir Jonan menyelipkan pesan pribadinya untuk Dwi Soetjipto sebagai komandan baru SKK Migas. “Menjadi pemimpin itu orang yang dikorbankan, karena kepentingan pribadinya sudah tidak ada lagi semua jadi untuk kepentingan bersama.”

Adapun, Dwi mengatakan, dalam tiga bulan pertama ada beberapa pending matters yang akan diselesaikan.

“Ada 11 pending matters yang harus diselesaikan, Masela dan proyek IDD termasuk di dalamnya. Kami akan selesaikan rencana kerja 2019, beberapa Plan of Development (POD) yang pending juga harus kami selesaikan,” ujar Dwi kepada media saat dijumpai usai pelantikan dirinya sebagai Kepala SKK Migas, di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Lebih lanjut, Dwi menuturkan, dalam 1-2 minggu ini pihaknya akan melakukan pemetaan cekungan untuk mencari di mana yang potensinya besar, nanti data yang sudah dipahami oleh timnya akan dipelajari lebih dalam.

Pemetaan tersebut nantinya berujung pada penemuan cadangan dan investasi yang dapat meningkatkan eksplorasi dan produksi. Memang, untuk menemukan cadangan butuh investasi yang besar, dan harus dilakukan melalui upaya-upaya eksplorasi yang masif.

“Kita perlu untuk mengundang banyak investor,” tutur Mantan Direktur Utama Pertamina ini.

Dwi mengatakan, ia akan melanjutkan pembangunan sinergitas government dengan KKKS untuk menghasilkan produksi yang lebih efisien. Dwi menilai, sistem yang dibangun Amien Sunaryadi dan tim sudah baik dan akan dilanjutkan, seperti bagaimana produksi lebih efisien karena tantangannya di situ.

“Kemudian dengan efisiensi itu maka performa akan naik, dan kalau naik maka mereka memiliki kemampuan investasi. Yang penting berkontribusi sebaik-baiknya, I will do my best,” pungkas Dwi.

 

(CnbcIndonesia) BP/JP

Komentar

News Feed