Medan, harianbatakpos.com – Gerakan Muda Pejuang Pembaharuan Sumatera Utara (GMP2-SU) melakukan unjuk rasa di depan Markas Polda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (19/2/2026).
Massa dalam orasinya menyampaikan adanya dugaan penyelewengan dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis yang ditanggungjawabi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II.
Pertama, Proyek Rehab Jaringan Irigasi di Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal dengan pagu anggaran Rp 13 miliar dan diduga kuat terdapat kejanggalan dalam pelaksanaan dan potensi kerugian negara.
Kedua, Proyek Rehabilitasi Bendung Tanah Merah di Kabupaten Batubara dengan pagu anggaran Rp 16 miliar dan diduga kuat terdapat kejanggalan dalam pelaksanaan dan potensi kerugian negara.
Ketiga, Proyek Rehabilitasi Bangunan dan Pintu Air Irigasi Bandar Sidoras, Desa Cinta Damai Pematang Lalang, Percut, Tanjung Selamat, Kabupaten Deli Serdang dengan pagu anggaran Rp 4 miliar dan diduga kuat terdapat kejanggalan dalam pelaksanaan dan potensi kerugian negara.
“Kami menduga adanya permainan pada pelaksanaan proyek tersebut. Kami mendesak Polda Sumut dan Kejati Sumut menyelidiki proyek dimaksud,” kata kordinator aksi, Rahman.
Kemudian, massa juga mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Polda Sumut untuk memanggil dan memeriksa Kepala Balai, PPK, KPA, Kepala Satuan Kerja, dan Kontraktor Rekanan yang diduga terlibat dalam proyek.
“Membentuk tim investigasi khusus untuk melakukan penyelidikan atas adanya dugaan keterlibatan oknum-oknum kejaksaan pada tiga proyek tersebut,” terangnya.(BP7)


Komentar