Jakarta-BP: Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) menyebut kepolisian Saudi Arabia marah karena ada penyebaran fotonya ketika menanyainya soal benda yang disebutnya poster yang tertempel di rumahnya. Menurut Rizieq, polisi Saudi meminta melapor yang kemudian disetujuinya.
“Dari laporan yang kita buat, maka pihak aparat keamanan Saudi akan mengejar mereka, yaitu mereka melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap penghuni rumah tanpa izin penghuni rumah, membuat poster membuat masalah,” kata Habib Rizieq saat live video via YouTube, Jumat (9/11/2018).
Menurut Habib Rizieq, para pelaku itu bisa dijerat UU ITE di Saudi dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda 2 juta Riyal atau Rp 8 miliar. Selain itu, Habib Rizieq juga menyebut para pelaku bisa dijerat UU Spionase.
“Tidak sampai disitu karena ini bisa dikenakan UU Spionase. Karena kalau terbukti mereka nanti tertangkap melakukan gerakan intelijen asing di dalam wilayah hukum negara Saudi Arabia, mereka bisa dikenakan hukuman pancung,” ucapnya.
Menurutnya, kepolisian Saudi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menentukan sudut dari gedung mana. Polisi Saudi, lanjut Habib Rizieq, saat ini sedang melakukan pencarian.
“Kita doakan saja semoga pelakunya akan tertangkap,” kata Habib Rizieq.
Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab buka-bukaan soal peristiwa yang membuat dia diperiksa oleh aparat keamanan Arab Saudi. Dia merasa sebagai korban.
Habib Rizieq menyebut benda yang terpasang di kediamannya itu bukan bendera, melainkan poster yang dipasang dengan double stip. Dia mengatakan poster itu dipasang oleh orang tak dikenal.
“Ada satu pihak, entah seseorang atau mungkin lebih dari satu orang, telah menempelkan dengan double stip, yaitu suatu poster yang terbuat dari plastik, di dinding rumah saya atau tempat tinggal saya atau kami semua, bagian sebelah luar, yaitu di wilayah belakang rumah,” ungkap Rizieq.
Gara-gara poster itu, kediaman Habib Rizieq didatangi aparat keamanan Arab Saudi. “Mereka datang dengan santun, dengan sopan, kemudian meminta saya selaku penghuni rumah untuk menemui mereka di lapangan parkir di belakang rumah saya, maka saya segera menemui mereka,” ungkapnya.
Saat keluar rumah, poster itu sudah tidak ada. Rizieq menyebut poster itu dicabut oleh aparat.
“Pada saat saya keluar dari rumah, poster yang saya sebutkan tadi itu sudah tidak ada, sudah dicabut oleh aparat keamanan Saudi. Jadi saya tidak pernah liat poster yang dipasang tersebut. Nah kemudian dalam pertemuan saya bersama dengan para aparat keamanan Saudi tadi, mereka meminta kesediaan saya untuk ikut ke kantor polisi dalam rangka untuk dimintai keterangan,” ucap Habib Rizieq.
Rizieq mengaku tidak ingin menarik perhatian tetangga. Dia menegaskan tidak ditangkap, ditahan, maupun digeledah.
“Nah karena itu saya tidak ingin menjadi perhatian tetangga atau perhatian orang, adanya aparat keamanan yang datang, saya setuju dan saya berangkat yaitu bersama mereka. Jadi tidak betul kalau ada berita saya ditangkap, saya ditahan, rumah saya disergap kemudian digeledah, itu semua bohong. Jadi tidak ada penggeledahan, tidak ada penyergapan. Yang ada mereka datang, mereka turunkan poster, mereka meminta saya menemui mereka, dan mereka minta kesediaan saya untuk memberi keterangan di kantor kepolisian,” ungkapnya. (BP/EI/DT)


Komentar