Ketua Appsindo Perwakilan Kampung Lalang Harapkan Pemko Medan Tampung PKL

PKL Pasar Kampung Lalang protes penertiban, baru-baru ini. BP/erwan

Medan-BP: Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) Perwakilan Pasar Kampung Lalang Antonius Ginting, SH, mengharapkan Pemko Medan melalui PD Pasar Kota Medan salurkan pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan di seputaran dalam Pasar Kampung Lalang Medan.

Hal itu dtegaskan Antonius Ginting, SH pada wartawan di Pasar Kampung Lalang Medan, Minggu (12/5/2019 pasca peresmian Pasar Kampung Lalang oleh Sekda Kota Medan Ir Wirya Alrahman, baru-baru ini.

Ginting menjelaskan. Seratusan lebih PKL yang selama ini berjualan di seputaran badan jalan saat ini resah dengan penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP dan pihak terkait lainnya. Padahal, para PKL telah berjualan dan menggelarkan daganganya sudah puluhan tahun untuk mencari nafkah untuk keluarga dan biaya sekolah anak-anaknya.

PKL Pasar Kampung Lalang protes penertiban, baru-baru ini. BP/erwan

Keberadaan PKL PasarKampung Lalang ini, jelasnya lagi, sangat mengharapkan perhatian Pemko Medan untuk menempati ratusan PKL lainnya di sebelah dalam Pasar Kampung Lalang karena masih memungkinkan untuk lokasi tempat berjualan dan tidak mengganggu keberadaan pemilik kios dan stand yang sudah diundi dan menempati tempat berjualannya masing-masing.

“Jika Pemko Medan berkenan pedagang akan memenuhi segala aturan dan peraturan yang telah ditetapkan sehingga PKL tidak terkesan kurang diperhatian dan merasa diterlantarkan,” jelas Ginting yang prihatin dengan nasib para PKL tersebut.

Ginting juga akan terus memperjuangkan nasib PKL Pasar Kampung Lalang yang sangat resah dan terus digusur oleh petugas penertiban ini. “Saya dalam waktu dekat akan menjumpai Pak sekda Kota medan untuk membicarakan nasib para PKL Pasar Kampung Lalang ini,” tegasnya.

Secara terpisah Boru barus mewakili para PKL PasarKampung Lalang menyebutkan,  jika kami ditempung di dalam di lokasi yang masih lapang itu akanmematuhi berbagai persyaratan.

Saat ini, jelas Barus lagi, pedagang terpaksa main kucing-kucingan dengan petugas penertiban. “Kami terpaksa berjualan karena terdesak ekonomi yang sangat sulit ini.  Kalau datang petugas kami terpaksa mengangkati barang dagangan dan menggelarkan dagangan kembai jika petugas sudah tidak berada di lokasi,” katanya.

Sedang pedagang lainnya menyebutkan, terpaksa berjualan sayur-sayuran dan rempah di pinggiran jalan karena butuh biaya hidup dan untuk anak sekolah tahun pelajaran baru ini, katanya.(BP/EI)

Penulis:

Baca Juga