Kolam Air Soda Hanya Ada Dua di Dunia, Salah Satunya di Tapanuli Utara

Medan-BP: Jika berkunjung ke Sumatera Utara, jangan lupa untuk mampir di tempat wisata Pemandian Air Soda di Desa Parbubu, Tarutung, Tapanuli Utara.

Lokasi kolam Aek Rara berada tak jauh dari pusat Kota Tarutung. Kamu bisa berkendara menempuh perjalanan sekitar 40 menit dari Bandara Silangit atau 2,5 jam dari Sibolga, Tapanuli Tengah. Jika berangkat dari Kualanamu atau Medan, kamu butuh 6 – 7 jam perjalanan darat dengan kendaraan roda empat.

Disebut pemandian aek rara alias air soda karena air kolam di pemandian ini bergelembung-gelembung bagaikan air soda. Gelembung air ini dihasilkan secara alami. Saat dilihat ke dalam kolam, memang ada banyak gelembung yang muncul dari bawah permukaan air.

Dengan hamparan sawah,alam yang sejuk,udara yang segar dan pemandangan yang sangat indah yang berhadapan dengan bukit siatas barita,kita juga dapat melihat salib kasih dari lokasi pemandian ini.

Aek rara alias air soda ini sangat banyak dikunjungi terutama di hari libur,baik itu masyarakat yang tinggal di daerah itu sendiri dan juga orang-orang yang sengaja datang untuk menikmati pemandian air soda dari daerah-daerah lain.Tak lengkap rasanya kalau datang ke tarutung tidak mandi di aek rara maupun air soda ini.

Wisata Pemandian Air Soda ini ternyata hanya ada dua di dunia, yang pertama berada di Venezuela dan yang satunya lagi berada di daerah Parbubu Tarutung,Tapanuli Utara.

Seperti dikutip dari Wikipedia, Pemandian air soda ini sudah dikelola dan dikembangkan sejak tahun 1976 menjadi Objek Wisata, yang dikelola oleh Minar Sihite (Op. Rido Tobing /br Sihite).

Minar Shite adalah seorang bidan yang pulang ke kampang halaman di Tarutung. Tanpa diduga ibu tersebut berjalan ke lokasi air soda yang ditumbuhi semak belukar dan menemukan air soda di daerah tersebut.

Suatu waktu dia pernah bermimpi didatangi oleh Sahala Oppung yang mengatakan bahwa dia diberikan wasiat untuk mengembangkan tempat itu. Dengan mempersiapkan tujuh pohul itak (lampet) dibungkus daun pisang sebagai persembahan untuk permisi kepada pengisi alam saat itu.

Dengan usaha sendiri kala itu jadilah suatu tempat pemandian air soda yang ramai didatangi oleh pengunjung dan masyarakat sekitar. Tempat ini pernah efektif digunakan beberapa ketika tanggal 29 April 1989 di timpa longsor.

Tanpa ada campur tangan dari pemerintah setempat untuk memperbaiki kerusakan saat itu. Dan dengan usaha sendiri ibu minar membangun kembali tempat tersebut. Meski banyak tantangan serta larangan dari pemerintah setempat mau pun dari masyarakat sekitar yang mengklaim itu adalah milik dari pemerintah serta milik warisan dari marga-marga, ibu Minar boru Sihite tetap mempertahankan serta mengembangkan tempat ini menjadi objek wisata yang terkenal dari Tapanuli Utara sampai saat ini.

Adapun pengunjung tidak dikenakan biaya masuk untuk mencoba kenikmatan berendam di pemandian air soda ini. Hanya saja, pengunjung harus membeli makanan, minuman, serta menyewa ban pelampung jika membutuhkan. (BP/MACK.PANDI)

Penulis:

Baca Juga