Tapanuli Selatan, harianbatakpos.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Gus Irawan Pasaribu menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) serta pendataan Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi lebih dari 1.400 warga Tapsel yang terdampak bencana.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tapsel saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, di Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro, Medan, Senin (12/1/2026). Rakor dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Dalam kesempatan itu, Gus Irawan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan provinsi atas perhatian yang diberikan, khususnya bagi warga Tapsel dengan kategori rumah rusak sedang agar tetap mendapatkan bantuan pemerintah.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rakor tersebut mengungkapkan, terdapat tiga kabupaten di Sumatera Utara yang mengajukan pembangunan Huntara, yakni Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 40 unit, Tapanuli Tengah 209 unit, dan Tapanuli Selatan sebanyak 802 unit.
Sementara itu, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Sumatera Utara direncanakan sebanyak 5.951 unit. Proses pembangunan ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026 agar masyarakat tidak lagi tinggal di pengungsian saat memasuki Bulan Ramadan.
“Untuk Huntara, di wilayah Sumut hanya tiga kabupaten yang mengajukan. Untuk Huntap rata-rata sudah berjalan, saat ini sekitar 20 persen telah terbangun. Targetnya akhir Januari atau sebelum bulan puasa masyarakat sudah masuk ke huntara dan sebagian ke huntap,” ujar Suharyanto.
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, terdapat lima daerah di Sumatera Utara yang masih membutuhkan perhatian serius dalam pemulihan pascabencana, yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, dan Kabupaten Humbang Hasundutan. Pembangunan hunian bagi korban bencana akan dilakukan di atas lahan milik pemerintah. (BP/AA)


Komentar