Masyarakat Yang Menolak Pekong Tok Sen Jin Pek Pek Berakhir Tandatangani Surat Kesepakatan Bersama

Foto bersama Muspika Kecamatan Medan Denai usai menghadiri rapat bersama di Pekong Tok Sen Jin Pek Pek di Jalan Selam VI Kelurahan Tegal Sari Mandala 1, Kecamatan Medan Denai.

Medan-BP: Permasalahan antara masyarakat dengan keberadaan Pekong Tok Sen Jin Pek Pek di Jalan Selam VI Kelurahan Tegal Sari Mandala 1, Kecamatan Medan Denai berakhir dengan rapat dengan tandatangani surat kesepakatan bersama. Dimana dalam isi surat itu masyarakat dapat menerima keberadaan pekong.

"Tanggal 20 Januari 2020 bertempat di Aula Kantor Lurah Tegal Sari Mandala 1 yang di hadiri oleh Muspika setempat serta FKUB Kota Medan. Dalam musyawarah tersebut tercapai kesepakatan bahwa pekong tersebut bukan rumah Ibadah yang tertuang dalam surat pernyataan yang di tandatangani oleh Edi Burhan selaku pengelola pekong Tok Shen Jin Pek Pek," jelas Ustadz Martono selaku pihak yang memediasi masyarakat  dengan pengelola pekong, Selasa (21/1/2020).

Ketua Forum Khebinekaan Solidaritas Indonesia Bersatu Sumut itu mengatakan, hasil dari rapat tersebut Pekong yang berada di Jalan Selam VI Kelurahan Tegal Sari Mandala 1 Kecamatan Medan Denai, bukan merupakan tempat Ibadah melainkan tempat pengobatan, hal ini sesuai dengan pernyataan anggota FKUB, Ridwan dari agama Budha. Semua yang mengikuti rapat setuju dan tampak bersalaman aman dan damai.

Sebelumnya Edy Burhan selaku pengelola Pekong Tok Sen Jin Pek Pek membantah bahwa pekong tersebut dijadikan sebagai rumah ibadah.

"Pekong tersebut bukan rumah ibadah melainkan hanya tempat pengobatan tradisional secara turun temurun, dan melayani semua  masyarakat yang membutuhkan pengobatan tanpa memandang kelompok suku dan agama dengan biaya sukarela," jelas Edy saat rapat berlangsung.

Dalam rapat tersebut turut hadir Kapolsek Medan Area Kompol Faidir SH MH, AKP Sunarto, Kanit Intel Polsek Medan Area Iptu Syafrizal, Camat Medan Denai, Koramil Medan Denai, Lurah Tegal Sari Mandala 1, Keping  Setempat, Ketua FKUB Kota Medan dan Tokoh Masyarakat setempat.

Perlu diketahui bahwa permasalahan berawal dari penolakan spanduk Pekong Tok Shen Jin Pek Pek oleh masyarakat yang mengatasnamakan Masjik Jamik Lingkungan V, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai.

Rabu (15 /1/2020), sekira pukul 08.00 WIB, dua spanduk penolakan terhadap Pekong yang didirikan di depan pintu gerbang Pekong tepatnya di atas jembatan Jalan Selam VI yang megatasnamakan BKM Masjid Jamik .

Dua Spanduk itu bertuliskan Pasal 13 Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 sesuai peraturan tersebut Pekong/Kelenteng di Jalan Selam VI No 31-A Medan, diduga tidak memiliki izin.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada pihak Pekong/Kelenteng segera menutup dan memberhentikan operasionalnya jangan sampai jama’ah Masjid Jami’ Sairussalam dan masyarakat bertindak”.

Dan Pengurus Badan Kenaziran Masjid (BKM) dan Jama’ah Masjid Jami’ Sairussalam Beserta Masyarakat Setempat Menolak Pekong/Kelenteng di Jalan Selam VI No. 31-A Medan. (red)

Penulis: -

Baca Juga