Padangsidimpuan, harianbatakpos.com – Pemerintah Kota Padangsidimpuan kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat kecamatan di tiga wilayah, yakni Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan Kecamatan Batunadua, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Ihram Kurnia Agustan SKM MKes mewakili Wali Kota Padangsidimpuan Dr H Letnan Dalimunthe SKM MKes.
Di Kecamatan Padangsidimpuan Utara, sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat menjadi perhatian utama. Camat Padangsidimpuan Utara Nanda Alfina SH menyampaikan, bahwa prioritas pembangunan diarahkan pada perbaikan dan pembangunan jalan lingkungan, pembangunan dek penahan atau bronjong di wilayah rawan longsor, pengadaan sarana olahraga serta pelatihan kewirausahaan berbasis digital bagi pelaku UMKM dan IKM.
“Dengan jumlah penduduk mencapai 63.441 jiwa, ketersediaan infrastruktur yang layak dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain itu, penguatan kapasitas pelaku UMKM menjadi langkah strategis agar usaha kecil mampu berkembang dan bersaing di era digital, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan warga ” ungkap Camat.
Sementara itu, musrenbang di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan juga menegaskan komitmen mendukung visi ‘Padangsidimpuan MANTAP’ (Maju, Aman, Nyata, Tangguh, Agamis dan Profesional). Camat M Thoib Simanjuntak menyampaikan sejumlah usulan prioritas yang diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan kota, sehingga program di kecamatan dapat berjalan seiring dengan rencana pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, melalui Ihram Kurnia Agustan, Wali Kota menegaskan bahwa musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, tetapi forum penting untuk menyerap dan menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan pemerintah kota, provinsi, hingga pusat.
“Musrenbang yang kita laksanakan hari ini bukan hanya rutinitas administratif tahunan. Ini adalah forum strategis untuk memastikan aspirasi masyarakat selaras dengan kebijakan pemerintah kota, provinsi, hingga pemerintah pusat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, perencanaan pembangunan tahun 2027 merupakan bagian dari pelaksanaan RPJMD Kota Padangsidimpuan 2025–2029 dalam mewujudkan Padangsidimpuan MANTAP. Karena itu, penetapan skala prioritas harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti peningkatan infrastruktur, akses layanan kesehatan dan kualitas pendidikan, imbuhnya.
Selain itu, penguatan ekonomi lokal juga menjadi perhatian, sejalan dengan identitas Padangsidimpuan sebagai Kota Salak. Pemerintah mendorong percepatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Isu strategis lainnya yang menjadi fokus adalah percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem. Setiap kelurahan diminta mengusulkan program yang berdampak langsung pada dua persoalan tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ungkapnya.
Secara sederhana, Musrenbang adalah wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan di lingkungannya. Usulan tersebut kemudian dibahas bersama agar menjadi prioritas yang terencana dan sesuai kemampuan anggaran. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menjawab persoalan di lapangan dan memberikan manfaat langsung bagi warga, pungkasnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk aktif memberikan masukan yang konstruktif, terukur dan berbasis data. Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan Padangsidimpuan yang lebih maju, sejahtera dan MANTAP. (BP/AA)


Komentar