Penyampaian Remisi Secara Simbolis Nyaris Batal, Bupati Tapteng : Ada si NH?

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani saat menyampaikan pemberian remisi secara simbolis bagi warga binaan Lapas Klas II A Sibolga di lapangan sepak bola Pandan, Sabtu (17/8/2019).Foto: Humas Tapteng

Pandan-BP : Penyampaian remisi secara simbolis pada perayaan HUT RI ke 74 di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bagi warga binaan Lapas Klas II A Sibolga nyaris batal. Pasalnya, Bupati Tapteng menyatakan tidak ingin menyampaikan pemberian remisi secara simbolis itu bila diantaranya terdapat nama yang diduga bandar narkoba mendapat remisi.

"Ada si NH (Diduga Bandar Narkoba,red) itu ikut dikasi remisi?, kalo ada saya tidak mau mengasikan,"ucap Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani saat hendak menyampaikan pemberian remisi secara simbolis bagi warga binaan Lapas Klas II A Sibolga di lapangan sepak bola Pandan, usai upacara pengibaran bendera, Sabtu (17/8).

Sementara, Revin Tua Simanullang Kasi Binadik yang mewakili Mulyadi Kalapas Klas II A Sibolga yang mendapat pertanyaan Bupati Tapteng saat itu menyampaikan bahwa nama NH tidak termasuk didalam penerima remisi itu, maka Bupati Tapteng pun bersedia menyampaikan remisi itu kepada perwakilan warga binaan Lapas Klas II A Sibolga yang mendapat remisi itu.

Usai menyampaikan remisi bagi warga binaan Lapas Sibolga itu, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarni kepada para awak media mengatakan, bahwa sejatinya remisi yang didapat oleh warga binaan saat HUT RI merupakan hak dari warga binaan. Namun menurutnya, pemberian remisi bagi bandar narkoba tidak tepat bila dilakukan karena telah merusak bangsa dan generasi bangsa.

"Remisi ini adalah hak warga binaan, namun melihat remisi ini kami hanya mengingatkan, saya ingatkan Kalapas (Mulyadi) jangan mengusulkan remisi bagi bandar narkoba di Sibolga dan Tapanuli Tengah ini. Saya sampaikan Menkumham tolong dipertimbangkan  memberikan remisi tapi kalo kasus-kasus lain silahkan, kalo narkoba ini sudah merupakan musuh bangsa, sudah merusak sendi-sendi bangsa,"ujar Bakhtiar.

"Jangan ada orang yang sudah 2 kali, 3 kali keluar masuk penjara kasus narkoba, lantas dikasi lagi remisi, apalagi bandar,"katanya.

Bakhtiar juga menegaskan, bahwa ia akan melakukan pengecekan apakah napi atas nama NH di Lapas Sibolga mendapat remisi atau tidak.

"Kalo ini ada remisi, saya akan minta di cek Kalapas Sibolga, saya akan minta dicopot Kalapas Sibolga (Mulyadi,red), siapa yang mengusulkan ini harus di periksa, karna sudah berapa kali keluar masuk penjara kasus narkoba,"ucapnya.

Bakhtiar juga menuturkan, telah memiliki bukti video seseorang yang mengaku dihubungi NH terkait kasus narkoba salah satu di Kota Sibolga.

"Saya punya bukti pengakuan orang punya hendphone, NH menghubungi seseorang, untuk mengurus seseorang, saya punya bukti. Tapi benar atau tidak pengakuan seseorang itu, itu urusan dia. Tapi itu pengakuan di mobil, di videokan, anda jangan coba-coba, saya punya bukti, saya akan kirim ke Menkumham dan di Komisi DPR RI yang bersangkutan,"tegasnya.

"Jadi jangan coba-coba Kalapas main-main, kalo memang ini nanti saya cek ada diusulkan remisi atau pembebasan bersyarat, saya minta Kalapas Sibolga dicopot dan diperiksa, kita minta KPK minta periksa harta kekayaan Kalapas dan jajaran,"ketusnya.

Untuk itu, kata Bakhtiar, demi kepentingan bangsa dan anak-anak bangsa kedepan, Menkumham diminta agar tidak memberikan remisi bagi Napi kasus narkoba yang telah berulang kali keluar masuk penjara.

"Jangan coba-coba, dan saya minta kepada Menteri Hukum dan HAM, ini kepentingan bangsa dan anak-anak bangsa kedepan, orang-orang harus bertanggungjawab atas perbuatannya, kalo kasus lain silahkan, kalo mungkin baru pertama, mungkin ada perbaikan, tapi kalo udah 2, 3 kali keluar bandar narkoba kasusnya, itu tidak ada alasan pemaafan,"katanya.

"Persoalan Kalapas terlibat atau tidak itu nomor 10 bagi saya, saya tidak urusan itu, itu urusan Mengkumham dan pihak Kepolisian. Namun, kalo ini diusulkan sudah 2, 3 kali keluar masuk penjara kasusnya bandar narkoba, kita perlu tanda tanya, kenapa diusulkan?,"ucap Bakhtiar.

Selain itu, Bakhtiar juga meminta Kalapas Sibolga agar benar-benar dalam koridor dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti NH beberapa kali keluar dari Lapas.

"Saya ulangi, si NH itu tidak ada apa-apanya, umurnya pun baru seberapa. Cuma, kehebatan ini juga harus saya cek. Kenapa bisa beberapa kali kasus narkoba, bahkan dulu pernah sampai dikejar-kejar Polisi, kalau ini sempat keluar dalam tahun ini hukumannya masi begitu, kami minta agar Kalapas Sibolga diperiksa, hati-hati Kalapas saya lahir dan besar di Tapanuli Tengah dan Sibolga ini. Dan kami lagi mengumpulkan bukti, dan pengakuan-pengakuan, berapa kali si Nirwan keluar dari penjara, jangan main-main,"katanya. (BP/Mack)

Penulis: -

Baca Juga