Polisi Harus Libatkan Orang Tua dan Tokoh Agama Berantas Geng Motor

Marlon Purba

Medan-BP: Untuk memberantas keberadaan kelompok geng motor yang semakin mengganas di Kota ini, Polisi harus melibatkan orangtua, tokoh agama serta  masyarakat  untuk memberantas keberadaan geng motor ini.

Hal itu ditegaskan Mantan Anggota DPRD Sumut dari PDI Perjuangan Marlon Purba (foto)  pada harianbatakpos.com di Kantor Laskar Merah Putih Jalan Jermal Medan, Selasa (11/6/2019) sehubungan keberadaan kelompok geng motor yang semakin mengganas akhir-akhir ini di Kota Medan.

Para orangtua, biasanya melihat gelagat tidak baik dari perilaku anaknya sudah mengetahuinya. Di Sini, peran dan perhatian orangtua sangat dibutuhkan dan memberikan nasihat-nasihat yang baik kepada putranya sehingga bias mengerti dan meninggalkan perbuatannya yang tidak baik tersebut.

“Dengan adanya pengawasan itu biasanya putranya bakal sadar tidak terjerumus untuk ikut menjadi gang motor itu. Biasanya ada juga anak-anak yang ikut terlibat geng motor karena dipengaruhi kawan-kawannya,” tegas Marlon.

Marlon Purba yang mantan Polisi dan menjadi momok bagi pelaku kejahatan di era tahun 90an di Medan dan Patumbak  itu menjelaskan, disamping peran orangtua, Polisi juga harus menggandeng tokoh masyarakat mulai ustad, pendeta, pengajian serta masyarakat untuk secara bersama bekerja dan memberantas keberadaan geng motor tersebut.

“Saya yakin kalau para orangtua, tokoh masyarakat dan Polisi bekerjasama memberantas geng motor ini akan hilang dan bubar sehingga warga Medan dapat merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitasnya walaupun pada malam hari,” imbuh Marlon menyakinkan.

Ditambahkannya sebagai seorang mantan Polisi, Marlon sangat mengetahui dan paham tugas Polisi terbatas dalam melindungi dan mengayomi masyarakat. Tetapi, kalau dilakukan secara bersama oleh masyarakat tugas itu menjadi ringan dan setiap pergerakan geng motor itu segera diketahui dan diminimasir dengan cepat.

Keberadaan geng motor medapat sorotan tajam dari elemen masyarakat dan Wagubsu Musa Rajeksah di Kota ini. Pasalnya, aksi brutal geng motor ini, sudah sangat meresahkan masyarakat dan perlu mendapat perhatian serius dari Kapoldasu dan Kapolresta  untuk mengantisipasinya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, telah terjadi Aksi brutal sekelompok geng motor membabi buta dikawasan kota Medan saat  masyarakat umat muslim baru saja usai menyambut hari kemenangan serta sedang merayakan hari raya idul Fitri 1 Syawal 1440 H.

Gerombolan geng motor yang memporak porandakan sebagian tempat usaha, dan rumah warga. Persisnya peristiwa kejadian dipemukiman jalan setia Budi Medan, pada Rabu pagi (5/6/2019) pukul 3 dinihari.

Martinus yang juga korban amukan geng motor menjelaskan,di titik pertikaian disimpang Sei Blutu, mereka geng motor memulai aksi brutal nya berteriak teriak. Kubu geng motor menunjukkan keberingasan dengan menggunakan senjata tajam klewang menghentakkan ketembok rumah warga juga mengancam tempat usaha kuliner disekitarnya. “Termasuk usaha kuliner saya bang”, ucap Martinus yang mengaku turut menjadi amukan geng motor.

Selama beberapa menit geng motor melakukan aksi, hingga mengakibatkan suasana ketika itu panik dan mencekam. Namun dapat diredam setelah sejumlah warga bangun dan lanjut melakukan perlawanan. Wargapun spontan menswiping gerombolan geng motor, jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkan Martinus, akibat ulah gerombolan geng motor, selain beberapa warga yang menjadi korban kekerasan geng motor,pedagang yang berjualan di depan Kantor media harian Batakpos turut jadi sasaran amukan geng motor. Akibatnya Kaca steling pecah terkena lemparan batu. Persoalan ini sudah ditangani oleh Polsekta Medan Sunggal.(BP/EI)

Penulis:

Baca Juga