Daerah
Beranda » Berita » Poltekkes Kemenkes Medan Gelar Pengabdian Masyarakat: Edukasi 14T untuk Ibu Hamil di Dairi

Poltekkes Kemenkes Medan Gelar Pengabdian Masyarakat: Edukasi 14T untuk Ibu Hamil di Dairi

Kader dan ibu hamil mengikuti dengan antusias pelatihan pemeriksaan kehamilan standar 14T yang digelar Poltekkes Kemenkes Medan di Kabupaten Dairi.

Dairi, harianbatakpos.com – Dalam rangka memberikan pengetahuan tentang pemeriksaan kehamilan standar 14T kepada kader dan ibu hamil, tim dosen dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan yang terdiri dari Dr. Samsider Sitorus, SST, M.Kes; Roberth Harnat Silalahi, SKM, M.K.M; bersama mahasiswi, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Posyandu wilayah Kabupaten Dairi, Selasa dan Kamis (19/8/2025 dan 21/8/2025).

Kegiatan bertema “Pelatihan Kader dan Penyuluhan Pemeriksaan Kehamilan Standar 14T” ini diikuti dengan antusias oleh kader dan ibu hamil.

Materi yang disampaikan meliputi ANC (Antenatal Care), yaitu pemeriksaan kehamilan atau pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada ibu hamil untuk memastikan ibu serta janin dalam kondisi sehat selama masa kehamilan.

Respons Cepat Polda Sumut Amankan Insiden Crash Pembalap F1 Powerboat 2025, Balapan Tetap Berjalan Baik

Tujuan antenatal care antara lain:

1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.

2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu.

3. Mengenali dan mengurangi secara dini adanya penyulit atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, dan pembedahan.

Tim Gabungan Kembali Bongkar Cafe yang Resahkan Masyarakat di Deli Serdang

4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan dan persalinan yang aman dengan trauma seminimal mungkin.

5. Mempersiapkan ibu agar dapat memberikan ASI secara eksklusif.

6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.

Dinas Kesehatan kabupaten Dairi

Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI dalam mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan masalah risiko pada ibu hamil adalah dengan melaksanakan pelayanan antenatal.

Penelitian tentang model edukasi pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh Dr. Samsider Sitorus, SST, M.Kes, dan tim menunjukkan bahwa perlu digiatkan pemeriksaan kehamilan standar 14T. Kabupaten Dairi menjadi fokus karena merupakan daerah pegunungan yang endemik tiroid.

Pelayanan minimal 14T di daerah endemik terdiri dari:

T1. Timbang berat badan: ukur berat badan tiap kali kunjungan. Kenaikan normal pada kehamilan ±0,5 kg per minggu mulai trimester kedua.

T2. Ukur tekanan darah: normal 110/80 – 140/90 mmHg; jika melebihi 140/90 mmHg, perlu diwaspadai preeklamsia.

T3. Ukur tinggi fundus uteri.

T4. Pemberian tablet Fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan.

T5. Pemberian imunisasi TT.

T6. Pemeriksaan Hb.

T7. Pemeriksaan VDRL.

T8. Perawatan payudara, senam, dan pijat tekan payudara.

T9. Pemeliharaan kebugaran/senam ibu hamil.

T10. Temu wicara untuk persiapan rujukan.

T11. Pemeriksaan protein urine atas indikasi.

T12. Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi.

T13. Pemberian kapsul yodium untuk daerah endemik gondok.

T14. Pemberian terapi anti-malaria untuk daerah endemik malaria.

Ketua tim, Dr. Samsider Sitorus, SST, M.Kes, menegaskan bahwa ibu hamil yang sehat akan menghasilkan anak yang sehat, serta dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk membangun keluarga yang sehat dan bahagia.

Pemeriksaan kehamilan dianjurkan dilakukan setiap bulan. Namun, karena keterbatasan, minimal dilakukan 6 kali selama kehamilan, dengan 2 kali pemeriksaan oleh dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Hal ini penting untuk mendeteksi risiko kehamilan sejak dini dan mencegah kematian ibu.

Kepala Dinas Kesehatan Dairi, Dr. dr. Henri, M.Kes, turut mendukung gerakan “zero kematian ibu” di Kabupaten Dairi. Dengan dukungan penuh dari dinas, tim semakin bersemangat dalam penelitian dan pengabdian masyarakat terkait kesehatan kehamilan.

Harapannya, bila ibu hamil sehat dan risiko dapat terdeteksi lebih cepat, angka kematian ibu akan menurun sehingga cita-cita “zero kematian ibu” di Kabupaten Dairi dapat terwujud.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *