oleh

Ribuan Nelayan Geruduk Kantor Gubsu, Edy Rahmayadi: Saya Tau Siapa Yang Ada Dibelakang Kalian Untuk Melakukan Demo

Medan-BP: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengusir salah seorang ibu yang ada diantara kelompok aksi demo nelayan kecil, ketika Edy turun menemui massa dihalaman kantor Gubsu, Kamis (13/9/2018)

Saat Edy Rahmayadi hendak menyampaikan responsnya, seorang ibu langsung memotong ucapan Gubsu. Berulangkali Edy ngomong untuk menenangkan pendemo, lagi-lagi ibu yang membawa poster kuning memotong ucapan orang nomor satu yang baru dilantik jadi Gubsu 5 hari yang lalu.

Suasana sempat tegang, membuat Edy Rahmayadi berang, hingga meminta seorang ibu tadi berdiri dan menyuruh keluar.

“Ibu yang nyahut itu, berdiri, keluar dari situ!. Saya masih memulai ngomong terus kamu potong. Rakyat  macam apa ini, bukan nelayan  aja rakyat yang mau diurusin,” ujar nya.

“Satpol PP tertibkan ibu itu” perintah Edy kepada petugas Satpol PP.

Saya tegaskan, ucap Gubsu lagi agar  rakyat jangan tahunya berdemo saja. Pikirkan masyarakat lain yang akibatnya membuat arus lalu lintas jadi macet. Lihatlah, Jalan Diponegoro macet, inikan jelas mengganggu kenyamanan pengguna jalan umum, papar Edy.

“Saya baru dilantik 5 hari jadi Gubsu sudah didemo. Ada apa kalian, mana saya tahu persisnya permasalahan nelayan. Begitupun, saya akan coba menelusuri. Tapi kalian kok gak mau mendengar omongan saya,” kesal Gubsu.

Tak menghiraukan tutur kata Gubsu, ibu  yang ditengah massa tak juga surut, dia malah meminta pendemo tidak membubarkan diri.

“Jangan ada yang bubar, sebelum Gubsu memutuskan tuntutan kita . Kita ini nelayan hanya untuk cari makan  bukan pengusaha cari kaya. Kenapa diberlakukan seperti teroris. Nelayan dilarang melaut dan ditangkapi, bebernya.

Mendengar tuntutan massa, akhirnya Gubsu mengajak perwakilan nelayan ke ruang pertemuan kantor Gubernur Sumut.

Dalam pertemuan,  berlanjut dialog sengit antara perwakilan yang di unjuk dengan Gubsu.

Perwakilan massa menilai, adanya pelarangan berupa tidak bisa melaut kepada para nelayan di sejumlah wilayah di Sumut sangat tidak merakyat.

Nelayan adalah rakyat butuh makan, bukan untuk cari kekayaan. Kenapa dilarang dan ditangkapi, kata salah seorang perwakilan massa.

Selanjutnya mereka meminta kepada Gubenur untuk segera melakukan tindakan agar para nelayan bisa lagi melaut, setelah dilarangnya pemakaian pukat centrang.

Atas tuntutan pendemo, Edy berjanji akan melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait dan akan memperlajari terkait permasalahan ribuan nelayan.

“Ada satu pihak yang menghendaki pemakaian pukat ini untuk mencari ikan di laut. Nanti kita pelajari dulu bagaimana, dan segera kita putuskan itu,” ucap Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Selain itu, dirinya juga menyinggung berbeda pendapat seharusnya bisa diterima dengan berbeda.

Dirinya akan mengupayakan bagaimana permasalahan ini akan terselesaikan.

“Beda pendapat itu wajar, nanti kita lihat aturan hukumnya bagaimana tentang pemakaian pukat harimau ini ke depannya.Kalau tidak ada yang mengadu domba itu kemungkinan tidak akan terjadinya keributan,” ucapnya.

Gubernur Sumut ini juga menyinggung, bahwasanya orang yang berada dibelakang terkait ribuan massa melakukan demo akan berurusan dengan dirinya.

“Saya tau siapa yang dibelakang kalian untuk melakukan demo, akan saya panggil orangnya untuk menghadap saya langsung, biar tidak begini lagi kalau mau menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Terkait penangkapan yang dilakukan oleh pihak keamanan kepada nelayan, Edy mengatakan proses itu wajar kalau memang yang terlibat bersalah.

“Kalau mereka salah ditangkap, jangan dilepasin, kepolisian pun tau, bagaimana hukum tersebut,” ujarnya. (BP/MM)

Komentar

News Feed