Tapanuli Selatan, harianbatakpos.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan harapannya agar masyarakat di Kecamatan Angkola Timur, bisa meningkatkan produktifitas padi agar bisa menutupi 3 ribu hektar sawah yang gagal panen karena terdampak bencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Harapan itu diungkapkan Bupati di hadapan warga Kecamatan Angkola Timur yang hadir dalam Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Tapsel di Lapangan Panompuan, Angkola Timur, Minggu (8/3/2026).
“Kita tahu, di akhir November 2025 terjadi bencana luar biasa besar di Kabupaten Tapanuli Selatan, di mana 13 kecamatan terdampak, dengan korban jiwa 95 orang meninggal dunia, dan 20 masih hilang atau belum ditemukan,” ujar Gus.
Dampak bencana yang terjadi pada 25 November 2025 ini luar biasa ke Tapsel. Salah satunya sawah seluas 3 ribu hektar mengalami gagal panen sehingga berperan dalam menggerus pertumbuhan ekonomi.
“Itu kan terjadi lima hari sebelum Bulan November berakhir, berarti 1 bulan 5 hari sebelum tutup tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi itu kan selalu diukur per triwulan, di triwulan ke-3 (Juli-Agustus-September), pertumbuhan ekonomi masih sekitar 5,2 persen. Di triwulan terakhir yakni Oktober-November-Desember, pertumbuhan ekonomi kita tinggal 2,39 persen,” ungkap Gus Irawan.
Menurut Bupati Tapanuli Selatan tersebut, penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di Tapsel adalah sektor pertanian. Karena Kecamatan Angkola Timur tidak terdampak bencana, Bupati mengaku ingin mendorong kecamatan tersebut di sektor pertanian terutama padi, bisa meningkat tajam agar bisa menutupi 3 ribu hektar sawah yang gagal panen karena terdampak bencana.
“Untuk mendorong produktifitas dari persawahan, pasti sarananya juga harus diperbaiki. Oleh sebab itu, tahun ini, alokasi anggaran ke Angkola Timur termasuk yang terbesar, ada sekitar 20-an miliar rupiah. Naik dari tahun-tahun sebelumnya,” tutup Bupati. (BP/AA)


Komentar