oleh

Sandiaga Uno Pastikan Tak Akan Terjunkan Kader Yang Jadi Kepala Daerah Ke Arena Pilpres

Jakarta-BP: Kontestasi pemilihan presiden juga diprediksi akan menjadi ‘perang’ antara kepala daerah. Mereka akan berhadap-hadapan demi memenangkan jagoannya untuk menjadi orang nomor satu Indonesia.

Para kepala daerah mulai dari level gubernur, wali kota dan bupati akan diterjunkan untuk mengamankan suara di  daerahnya masing-masing.

Namun, partai politik koalisi di kubu paslon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memastikan bahwa tak akan menerjunkan kadernya yang menjadi kepala daerah di arena pilpres. Perintah itu pun langsung diinstruksikan langsung oleh Sandiaga kepada elite parpol koalisi.

“Kemarin saya sampaikan, kepada kepala daerah yang tergabung ke Prabowo-Sandi. Alhamdulillah, seluruh Partai mitra koalisi pada setuju,” kata Sandiaga di Jakarta, Jumat (14/9).

Sebelumnya diketahui, sejumlah nama kepala daerah yang berada di parpol koalisi Prabowo-Sandi bakal santer terjun langsung memenangkan di pilpres. Misalnya saja, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Wali Kota Bogor Bima Arya dan nama-nama lainnya.

“Di saat berhenti (jadi wagub) salah satu saya titipkan, pak Anies bakal sendiri, otomatis dia harus konsen ke Jakarta,” ungkap Sandi.

Lebih lanjut, soal penguatan suara di daerah, Sandiaga menjelaskan bahwa itu akan menjadi tanggung jawab jurkam dan sejumlah tokoh daerah yang masuk ke dalam tim pemenangannya. Sebaliknya, kepala daerah harus fokus untuk membenahi perekonomian bangsa.

“Kita sedang menghadapi saat paling berat untuk ekonomi kita, termasuk soal lapangan kerja. Makanya mereka harus fokus, tetap gerakan ekonomi, buka lapangan kerja ynag luas, dan buat harga terjangkau,” pungkasnya.

Sumber: Jawa Pos (JP)

Komentar

News Feed