Satpol PP Bersihkan Bangunan Liar Seputar Gedung Warenhuis

Kasatpol PP HM Sofyan saat membersihkan seputaran Gedung Warenhuis. BP/erwan

Medan-BP:  Penertiban sejumlah bangunan liar yang dilakukan Satpol PP di sekitar gedung tua Warenhuis Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat dalam rangka mendukung penataan kota yang dilakukan Pemko Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang  (DPKPPR) sempat ricuh, Jumat (13/9). Sejumlah warga yang sudah puluhan tahun mendiami bangunan melakukan perlawanan. Namun perlawanan berhasil diredam, bangunan liar pun akhirnya berhasil dirubuhkan dan diratakan dengan tanah.

Guna membersihkan bangunan liar di seputaran gedung tua yang dulunya merupakan supermarket pertama di Kota Medan tersebut, Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan yang memimpin langsung penertiban menurunkan sekitar 250 orang petugasnya. Selain Satpol PP, penertiban juga didukung organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Medan serta jajaran Kecamatan Medan Barat serta dibantu petugas dari Polrestabes Medan dan Kodim 0201/BS.

Selain itu penertiban yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut didukung satu unit alat berat backhoe loader milik Dinas Pekerjaan Umum guna mendukung kelancaran penertiban. Sebelum melakukan penertiban, Sofyan lebih dulu menggelar apel di Lapangan Merdeka Medan. Dalam apel tersebut, Sofyan mengingatkan agar penertiban yang dilakukan harus lebih mengutamakan pendekatan persuasif.

Usai apel, Sofyan bersama seluruh tim selanjutnya bergerak menuju lokasi penertiban dengan berjalan kaki. Kemudian mantan Camat Medan Area tersebut minta kepada seluruh warga untuk segera mengosongkan seluruh bangunan.  Namun sebanyak 7 kepala keluarga (KK) yang mendiami bangunan liar di kawasan tersebut dengan tegas menolak dilakukannya penertiban. Namun Sofyan tidak bergeming sedikit pun, penertiban terus dilakukan.

Diawali dengan pembongkaran bangunan warung nasi. Selain tidak ada izin, bangunan juga didirikan di atas jalan. Tanpa kesulitan, backhoe loader berhasil merubuhkan bangunan warung nasi. Seluruh material hasil pembongkaran langsung diperintahkan Sofyan untuk diangkut dengan menggunakan truk milik Dinas PU.

Sofyan yang didampingi Camat Medan Barat Rudi Lubis selanjutnya memberi waktu setengah jam kepada penghuni rumah untuk segera mengosongkan rumah tersebut. Bukannya mengikuti, penghuni rumah justru bertahan sambil melontarkan kalimat sumpah dan makian kepada petugas Satpol PP, termasuk kepada Sofyan.  Sejumlah pemuda  juga mendatangi Sofyan dan minta agar prosesi pembongkaran dihentikan. Namun upaya tersebut kandas, Sofyan minta backhoe loader maju untuk melanjutkan pembongkaran. (BP/EI)

Penulis: -

Baca Juga