Jakarta, harianbatakpos.,com – Ahli digital forensik, Rismon Sianipar, menyampaikan pengumuman mengejutkan terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Setelah kerap menyatakan bahwa ijazah Jokowi palsu, kini Rismon menyebut bahwa ijazah milik mantan Wali Kota Solo itu adalah asli.
Ada pun hal itu dinyatakannya melalui penelitian ulang yang dilakukannya dalam dua bulan terakhir.
Mulanya, dia menyebut bahwa hasil penelitiannya yang tertuang pada Buku ‘Jokowi’s White Paper’ bersama dengan pakar telematika, Roy Suryo, dan pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, ada kesalahan.
Namun, Rismon menegaskan hanya hasil penelitiannya saja yang mengandung kesalahan. Dia mengungkapkan penelitian yang dilakukannya tidak bergantung dengan hasil riset yang dilakukan oleh Roy maupun Dokter Tifa.
“Oleh karena independensi tersebut, maka saya sebagai peneliti secara terbuka mengatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang lengkap, akibat rotasi, atau translasi, atau resolusi pada data yang saya uji,” katanya dikutip dari YouTube Balige Academy, Kamis (12/3/2026).
“Oleh karena itu, sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran yakni kebenaran ilmiah, seorang peneliti harus bersandar pada objektivitas dalam temuan-temuan dalam kerja-kerja ilmiahnya,” sambungnya.
Dengan kesalahan tersebut, Rismon pun meminta maaf kepada Jokowi atas tuduhannya selama ini.
“Temuan saya sebelumnya yang telah melukai, membuat commosion dalam perkembangan kita akhir-akhir ini melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi,” katanya.
Rismon menjelaskan bahwa kesalahan penelitiannya yakni terkait watermark dan embos pada ijazah Jokowi. Dia menegaskan, berdasarkan penelitian ulang yang dilakukannya, dua komponen tersebut terbukti ada pada ijazah eks Gubernur DKI Jakarta itu.
“Bahwa memang apa yang saya analisa dan miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama embos, itu memang ada di dalam dokumen tersebut.”
“Saya uji dengan gradien analysis dan uji-uji lainnya dan metodologi yang sama dalam buku JWP tetapi dengan melibatkan variabel translasi, rotasi, maupun pencahayaan akibat objek yang kita analisa itu terpengaruh oleh sejumlah operasi gemoeti, maka temua-temuan itu saya temukan dengan teliti dan saya uji ulang selama dua bulan ini,” jelasnya.
Melalui hasil temuan barunya itu, Rismon pun menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli. (RED)


Komentar