DPRD Harapkan Dishub Medan Realisasikan PAD Rp48 M

Anggota DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak.

Medan-BP: Dinas Perhubungan Kota Medan harus mampu mencapai target yang sudah ditentukan oleh Pemko Medan asalkan Azwar selaku Kadis Perhubungan bersama jajaran bersama-sama melakukan trobosan baru dengan melakukan transparansi dan menghitung ulang sejumlah titik lokasi parkir pinggir jalan di Kota Medan.

Paul Mei Anton Simanjuntak (foto) pada wartawan di DPRD Medan, Jumat (13/12/2019) menyebutkan, seandainya  Kadis bersama jajarannya mau bekerja keras maka, target sebesar Rp.48 miliar dari retribusi parkir itu dapat terpenuhi dan kemungkinan terlalu sedikit. Pasalnya, jelas Paul Mei yang juga Ketua Komisi IV DPRD Medan itu, potensi parkir pinggir jalan sangat banyak dan mampu menghasilkan retribusi besar.

Senator dari PDIP Medan itu menjelaskan, pihak Dihub Kota Medan segera melakukan pengkajian ulang atas titik lokasi parkir yang ada di Kota Medan agar dapa memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sudah ditargetkan Rp48 miliar pada tahun 2019.

Dia juga menyebutkan, selama ini Dishub terkesan tidak transparan dalam pengelolaan parkir dan selalu saja tidak mencapai target dengan berbagai macam alasan. Untuk itu agar kita mengetahui seberapa besar pemasukan PAD dari retribusi parkir pinggir jalan, kami sepakat agar Dishub Medan menyerahkan  data SPT dan SPTS, agar DPRD bisa menghitung seberapa besar  potensi penghasilan dari retribusi parkir pinggir Jalan.

Sementara itu, Antonius Devolis Tumanggor dari Fraksi Partai Nasdem pada kesempatan itu menyarankan agar Dishub Medan memberdayakan sebanyak  700 orang tenaga honorer yang ada di Dishub Medan, karena dilapangan sering terjadi, ada juru parkir yang pakai bet ketangkap, sementara juru parkir yang tidak pakai bet tidak ditangkap.”Mari kita terbuka dalam forum ini, agar kita jangan hanya memperkaya pihak ketiga,” terang Antonius.

Renville Napitupulu dari Fraksi PSI Medan dan Dame Duma Sari Hutagalung dari fraksi Gerindra juga membeberkan maraknya petugas parkir terutama di lokasi Indomaret ataupun Alfa Midi yang terkesan sangat premanisme.

“Kita mempunyai pengalaman pribadi atas ulah jukir nakal yang meminta uang parkir dengan sedikit memaksa ketika jumlah nominal yang diberikan tidak sesuai. Kita juga jarang menerima karcis parkir dan harga parkir juga bervariasi, ini kan buat masyarakat resah,” ujar Renville Napitupulu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Izwar mengaku sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan atas titik-titik parkir yang berpotensi mendogkrak PAD dari retribusi Parkir pinggir Jalan.

Diakhir RDP perdana Komisi D DPRD Kota Medan sepakat agar Dishub Medan segera menyerahkan seluruh data parkir dan mulai mendisiplinkan parkir di Kota Medan agar potensi PAD dari sektor pajak parkir pinggir jalan terpenuhi. (BP/EI)

Penulis: -

Baca Juga