Medan, HarianBatakpos.com – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) mengklaim bahwa mereka telah melakukan pemanggilan terhadap perusahaan Navayo International AG sebelum kalah dalam sengketa terkait proyek satelit Kementerian Pertahanan (Kemhan). Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, yang menjelaskan bahwa pemanggilan tersebut tidak diindahkan oleh pihak Navayo.
Proses Pemanggilan Navayo oleh Kejagung
Harli Siregar menjelaskan bahwa pihak penyidik dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer (Jampidmil) telah berusaha memanggil Navayo melalui Kementerian Luar Negeri. “Pemeriksaan terhadap pihak Navayo belum dapat dilakukan dikarenakan pihak Navayo yang berlokasi di negara Hungaria setelah dilakukan beberapa kali pemanggilan sebagai saksi,” ujarnya, dikutip dari kompas.com.
Meskipun telah ada upaya pemanggilan, Navayo tidak merespons. Hal ini menjadi salah satu faktor dalam keputusan arbitrase yang mengharuskan pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar 24,1 juta Dolar Amerika Serikat kepada Navayo. Kejagung terus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi terkait untuk mendalami kasus ini lebih lanjut.
Implikasi Hukum dan Langkah Selanjutnya
Kejagung saat ini mempertimbangkan langkah-langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan melakukan pemeriksaan secara in absentia terhadap Navayo. “Rencana langkah melakukan pemeriksaan secara in absentia atau menetapkan tersangka lain akan dilakukan setelah gelar perkara perkembangan penyidikan,” tambah Harli.
Kasus ini menunjukkan bagaimana sengketa hukum internasional dapat berdampak pada keuangan negara. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Yusril Ihza Mahendra, juga menegaskan bahwa pemerintah akan menghormati putusan arbitrase dan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memenuhi kewajiban pembayaran.
Dengan demikian, klaim Kejagung mengenai pemanggilan Navayo sebelum kalah dalam sengketa satelit Kemenhan menjadi sorotan dan dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah dalam menangani proyek-proyek internasional ke depannya.
Komentar