Kota Medan
Beranda » Berita » Harga Ikan Mahal di Sumut, DKP Ungkap Penyebabnya Nelayan Tak Melaut

Harga Ikan Mahal di Sumut, DKP Ungkap Penyebabnya Nelayan Tak Melaut

Kepala Bidang Penangkapan Ikan Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara, Jenny Sinaga.(istimewa)

Medan, harianbatakpos.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Utara mengakui bahwa harga ikan di berbagai pasar mengalami kenaikan memasuki bulan Ramadan sampai 2 pekan.

Informasi yang didapatkan awak media, harga ikan mencapai Rp 70 ribu perkg untuk ikan dencis dan gembung. Namun, DKP mengaku bahwa kenaikan harga ikan itu bukan disebabkan tidak ada ikan dilaut, namun tidak adanya nelayan yang pergi melaut.

“Jadi, memangya beberapa hari terakhir ini, harga ikan mengalami kenaikan. Itu disebabkan nelayan tidak melaut, bukan karena dilaut tidak ada ikannya,” kata Kepala Bidang Penangkapan Ikan Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara, Jenny Masniari Sinaga SPi MSi, dalam kegiatan konferensi pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (13/3/2026).

DKP Sumut Janji Aktif Awasi Perairan Danau Toba dan Penangkapan Ikan Pora-Pora

Menurut Jenny, hal itu wajar dan selalu terjadi jika memasuki sepekan ramadan atau bahkan sehari atau dua hari setelah hari raya idul fitri.

“Kami harapkan sebenarnya agar nelayan itu tetap pergi ke laut. Jadi, harga ikan naik disebabkan nelayan tidak kelaut,” ungkapnya.

Sedangkan Riza Lubis bidang pemasaran DKP mengaku bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan harga ikan menjadi naik.

“Memang harga ikan dipasar meningkat. Terkait kelangkaan ada berapa faktornya, misalnya cuaca ekstrem, pasokan terganggu, pengurangan aktivitas nelayan tersebut,” kata Riza.

DKP Sumut Belum Jalankan Perpres Tahun 2025 Tentang Penebaran Bibit Ikan Jurung di Danau Toba

Untuk pemasaran ini, DKP mengaku ada rantai distribusi perikanan yang bermasalah.

“Mungkin ada salah satu rantai terganggu sehingga menyebabkan harga mahal. Sehingga itulah masalah yang harus diselesaikan agar harga ikan kembali normal,” terangnya. (BP7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BatakPos TV

BatakPos TV