Arjuna Sinambela Meninggal, Penasehat Batak Bersatu : Keselamatan Jiwa Lebih Utama Ketimbang Prosedur

Penasehat Batak Bersatu, Ustadz Martono Sembiring

Medan-BP: Keluarga Besar Batak Bersatu turut menyesalkan tindakan pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Deli Serdang yang mempersulit Arjuna Sinambela mengurus e-KTP dan Kartu Keluarga hingga berujung kematian. Hal itu disampaikan Penasehat Batak Bersatu Ustadz Martono Sembiring melalui sambungan selulernya, Minggu (3/11/2019).

"Saya sangat menyayangkan dan menyesalkan tindakan arogan sang Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Deli Serdang tanpa memiliki rasa peri kemanusiaan. Bukannya berusaha untuk membantu malah mempersulit," ucapnya.

Ustadz Martono mengatakan tidak seharusnya oknum Kadis Disdukcapil Deli Serdang memperlakukan Arjuna Sinambela pengidap tuberculosis seperti itu hanya karena tidak memiliki e-KTP.  Bahkan sampai meregang nyawa karena tidak mendapat pelayanan medis segera mungkin.

"Bahkan membentak Arjuna Sinambela, warga miskin yang di marjinalkan hanya karena tidak memiliki e-KTP. Padahal keselamatan jiwa seseorang lebih utama diselamatkan ketimbang hanya persoalan prosedur birokrasi," sesal Ustadz Martono.

Masih katanya, padahal banyak solusi untuk sementara sebelum memiliki e-KTP sehingga Arjuna Sinambela mendapatkan layanan kesehatan yang merupakan hak setiap warga negara.

Ustadz Martono yang selalu energik itu berharap agar kepala daerah lebih memperhatikan warganya, sehingga kejadian yang dialami Arjuna Sinambela tidak terulang lagi.

"Saya juga berharap kepada Bupati Deli Sedang agar memberikan perhatian yang serius terhadap kejadian ini agar kedepan kejadian serupa tidak terulang," harapnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah postingan tentang buruknya pelayanan publik di Kabupaten Deli Serdang viral di Media Sosial Facebook. Postingan tersebut pertama kali diunggah Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera pada Jumat (1/11/2019).

Dalam postingan tersebut menceritakan bahwa ada seorang warga bernama Arjuna Sinambela yang berulang kali datang mengurus e-KTP dipersulit oleh Disdukcapil Deliserdang.

Padahal KTP tersebut sangat diperlukan Arjuna Sinambela, sebagai salah satu syarat baginya supaya bisa berobat secara gratis, karena tidak mempunyai uang untuk biaya.

Namun apa dayanya, sanking susahnya mengurus e-KTP di Kabupaten Deliserdang, dia tak kunjung mendapat e-KTP sampai akhir hayatnya. Penyakit yang diderita Arjuna Sinambela ternyata sudah parah, namun tidak kunjung bisa berobat meski dia sudah mencoba mengurus e-KTPnya. (BP/Pandi)

Penulis: -

Baca Juga