Asisten PTPN 3 KMSTN Gotong Royong Dengan Masyarakat Bangun Pagar Masjid Al-Hidaya

Asisten Afdeling 3 Kebun Merbau Selatan Samianto,AMd didampingi Sukarman Krani Satu,Kadus Nurvianto, dan Muhdin Masjid Al-Hidayah Sutanto.

Labuhanbatu-BP : Masjid AL-Hidayah  yang terletak di Dusun VII Afdeling 3 Desa Perkebunan Merbau Selatan  Kecamatan Merbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara, Asisten Kebun KMSTN dan bawahannya gotong royong bersama masyarakat membangun plang nama dan pagar Masjid Sabtu (8/02/2020).

Saat dikonfirmasi harianbatakpos.com Asisten Afdeling 3 Kebun Merbau Selatan (KMSTN) Samianto,AMd didampingi  Sukarman Krani Satu,Kadus Nurvianto, dan Muhdin Masjid Al-Hidayah Sutanto,mengatakan bahwa dana untuk membangun plang nama Masjid, pagar dananya adalah suadaya masyarakat dan Badan Kordinasi Agama Islam (BKAI).

"Swadaya masyarakat ini bang, bekerja sama dengan masyarakat Dusun VII Afdeling 3 Kebun Merbau Selatan ini serta dana dari BKI,"ujarnya.

Ditambahkannya pembangunan Plang Masjid AL-Hidayah adalah bantuannya pribadi karena rasa bersyukurnya dia bahwa produksi sawit dan karet  perjanuari sudah diatas taksasi.

"Bahkan di bulan Pebruari produksi mudah mudahan naik 5 persen doakanlah bang sama sama berdoa kita,"pintanya.

Masyarakat sedang bekerja membuat pondsi Plang Nama Masjid AL-Hidayah.

Nurvianto Kadus Dusun VII Afdeling 3 Desa Perkebunan Merbau Selatan mengatakan bahwa nama mesjid setelah dimusyawarahkan diperwiritan sepakat dengan masyarakat menjadi Masjid AL-Hidayah.

"Hubungan kita  dengan masyarakat cukup baik dan menjadikan kondusif di Dusun VII ini bang, juga berkat binaan Asisten Afdeling karena bangunan desa (DD) yang kita bangunkan kemarin 2017 Pos Kamling Parit. Komunikasi kita dengan Desa Kecamatan bagus setiap ada pertemuan dan rapat kita diundang,"kata Nurvianto.

Sementara Muhdin Masjid Sutanto mengatakan langkah langkah yang diambilnya sejak baru menjabat Muhdin adalah membentuk karakter masyarakat kepada yang lebih baik.

"Shalat Isya dan Subuh sudah mulai banyak dan rame anak anak.Padahal dulunya sepi bang. Karena kita tidak bosan bosannya merubah karakter mereka dan selalu kita sampaikan dipengajian dan diperwiritan,"paparnya. (BP/PN)

Penulis: -

Baca Juga