Buzz Aldrin Absen dari Peringatan 50 Tahun Pendaratan di Bulan

Foto "Buzz" Aldrin berdiri di bulan oleh astronot Neil Armstrong, dilelang di Sotheby's, New York, 13 Juli 2017

MEDAN-BP: Mantan astronot NASA Buzz Aldrin absen dari Apollo Celebration Gala yang diselenggarakan Sabtu malam (21/7) di roket Saturn V di Kennedy Space Center. Pesta gala tersebut merupakan bagian dari peringatan 50 tahun pendaratan pertama di bulan, dengan diskusi bersama beberapa astronot, penyerahan penghargaan dan lelang memorabilia ruang angkasa.

Meskipun yayasan pendidikan luar angkasa nirlaba milik Buzz Aldrin merupakan sponsor dan ia biasanya menjadi bintang dalam acara-acara seperti itu, ia memilih untuk tidak hadir dalam acara kali ini.

Acara itu hanya berselang satu bulan setelah ia menggugat dua anaknya dan seorang mantan manajer bisnisnya, dengan menuduh mereka telah menyalahgunakan kartu kredit, memindahkan uang dari satu rekening dan memfitnahnya dengan mengatakan ia mengidap demensia.

Andrew dan Jan Aldrin mengajukan petisi dengan mengklaim bahwa ayah mereka yang kini berusia 88 tahun itu menderita kehilangan memori ingatan, delusi, paranoia dan kebingungan.

Andrew dan Jan Aldrin, serta manajer bisnis Christina Korp, merupakan dewan di SpaceShare Foundation dan ikut menghadiri gala tahunan itu. Putra tertua Aldrin, James, tidak terlibat dalam pertarungan hukum ini.

ShareSpace Foundation yang didirikan Buzz Aldrin adalah salah satu sponsor acara tahunan yang bergengsi itu, yang juga menjadi wahana mengumpulkan dana untuk STEAM – Science, Technology, Engineering, Arts & Mathematics – dan sekaligus sumber beasiswa Astronaut Scholarship Foundation.

Ratusan orang menghadiri acara itu, termasuk fisikawan Inggris Brian Cox, yang menyerahkan anugerah ShareSpace Foundation’s Innovation Award kepada pendiri Virgin Galactic, Richard Branson.

Branson, yang perusahaannya sedang mengembangkan generasi baru pesawat ruang angkasa komersil, lewat rekaman video mengatakan bahwa misi Apollo telah ikut mempengaruhi generasinya.

“Ruang angkasa masih merupakan hal yang sangat slit. Masih sangat penting,” ujar Branson. “Tanpa astronot-astronot Apollo dan ribuan orang berbakat yang memungkinkan misi mereka itu, tidak aka nada Virgini Galactic, tidak aka nada Virgin Orbit dan tidak akan ada perusahaan pesawat ruang angkasa,” tambahnya.

Andrew Aldrin mengakui ketidakhadiran ayahnya dalam acara itu dengan mengatakan “kami mohon maaf ayah tidak dapat hadir. Saya tahu sebagian diantara Anda kecewa,” ujar Andrew Aldrin.

Buzz Aldrin, bersama Neil Amstrong dan Michael Collins, adalah bagian dari misi Apollo 11 yang mendaratkan dua manusia pertama di bulan pada 20 Juli 1969.

Sumber: Voa Indonesia (ES)

Penulis:

Baca Juga