Elemen Masyarakat Minta BPK Usut !! Pengerjaan Trotoar Jalan Setia Budi Senilai Rp18 Miliar Dinilai Amburadul

Kolase foto: bentuk trotoar yang terlihat kasar dan bergelombang dan penutup trotoar asal jadi.

Medan-BP: Pengerjaan proyek pembuatan trotoar Jalan Setia Budi Medan yang dikerjakan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara (Sumut) senilai Rp18 miliar dinilai amburadul dan asal jadi. Pasalnya, proyek yang dikerjakan tersebut diduga menimbulkan kerugian Negara serta meresahkan masyarakat.

Informasi yang dikumpulkan di lapangan, Senin (10/2/2020), proyek senilai Rp18 miliar yang bersumber dari APBD Sumut pekerjaan trotoar mulai dari Simpang Jalan Dr Mansyur sampai simpang Pemda sepanjang 40 Km sisi kiri dan sisi kanan diduga dikerjakan PT PKA, tidak menggunakan plank dan tidak sesuai RAB sehingga kondisinya asal jadi.

Seperti kondisi trotoar badan jalan yang diperuntukkan untuk pejalan kaki dan juga sebagai trotoar percontahan, sangat memprihatinkan karena seusai pengerjaan  kondisinya semakin parah dibandingkan saat sebelum pengerjaan. Trotoar badan jalan terlihat bergelombang dan lantai semen terlihat sangat kasar sehingga menyulitkan pejalan kaki khususnya warga sekitar yang melewati trotoar itu.

Tidak itu saja, pengecetan trotar dilakukan secara sembrono dan acak-acakan. Pasalnya, lantai dasar trotoar masih terlihat kasar langsung dilakukan pengecetan. Seharusnya, pihak PU Pemrovsu Sumut melalui pengawas, sejak awal sudah melakukan control dan memberikan sanksi terhadap pekerjaan yang dinilai amburadul itu.

Belum lagi pengerjaan bak control yang terlihat terlalu rapuh tanpa mengunakan besi pengikat sehingga sangat rawan ambruk yang ujungnya dapat memakan korban jiwa bagi warga sekitar dan pejalan kaki yangmelintasi di trotoar.

“Anehnya lagi jika bak control dibuka tidak langsung dapat terlihat aliran drenaise dibawah karena terhambat semen penutup drainase yang lama. “Ini pengerjaan akal-akalan dan asal jadi asal mendapatkan untung besar dari pengerjaan perbaikan trotoar itu,” ucap Pak Siregar warga Jalan Setia Budi Medan yang mengaku sudah belasan tahun berdomisli di kawasan itu.

Keluhan senada juga dilontarkan oleh Ibu Zainab. pegerjaan perbaikan trotoar Jalan Setia Budi ini sudah berlangsung lama sejak tahun 2019 tetapi sampai saat ini tidak kunjung selesai sehingga sangat menganggu aktivitas pemilik rumah dan toko ataupun penyewa yang melakukan bisnis mulai rumah makanhingga penjualan kelontong dan elektronik.

Menurutnya, jika kontraktor yang mengerjakan proyek pengerjaan trotoar itu tidak mampu dan kerja asal-asalan, sebaiknya dialihkan kepada kontraktor yang profesional. Sehingga proyek anggaran yang sangat fantastis ini dapat dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat. Pokoknya dengan pengerjaan trotoar yang asal jadi ini omzet penjualan kami menurun dari biasanya.

Anehnya, sangat jarang terlihat Dinas Bina Marga Sumut atau pengawas yang memprotes pengerjaan asal jadi dan lambat itu,” imbuh Ibu Zainab kesal.

Sementara Rizal Harahap selaku PPTK UPT Medan Dinas Bina Marga Sumut ketika dikonfirmasikan, belum lama ini, menyebutkan, proyek pekerjaan trotoar Jalan Setia Budi yang dikerjakan oleh PT Polung Karya Abadi dengan nilai proyek Rp18 miliar.

Pengerjaan itu, sudah dibayarkan pada anggaran tahun 2019 dan sisanya tinggal 21 persen yang akan dibayarkan pada Anggaran tahun 2020.Tentang pengerjaan trotoar yang tidak sesuai, kita minta pihak kontraktor segera memperbaikinya dan akan dikenakan sanksi denda jika melebihi batas waktu 50 hari yang telah ditentukan, tegas Rizal.

Menyinggung pengerjaan pengecetan trotoar di Jalan Dr Mansur berantakan dan asal-asalan, Rizal mengatakan, kalau tidak sesuai dan memenuhi ketentuan sesuai RAB akan dikenakan sangsi dan denda.

Surati BPK Sumut

Secara terpisah Sekjen LSM Pemantau Kinerja Aparatur Daerah (P-KAD) Sumut Ronald Tambunan, ketika diminta tanggapannya tentang terkesan amburadulnya pengerjaan proyek trotoar jalan Setia Budi Medan senilai Rp18 miliar itu,  menduga ada permainan antara Dinas Bina Marga Sumut dan  kontraktor.

Dalam hal ini, ungkap Ronald lagi, akan menyurati Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumut untuk segera  mengusut pekerjaan trotoar Jalan Setia Budi senilai Rp18 miliar ini,  bisa menjadi jelas dan terang-benderang sehingga kebocoran uang APBD bisa lebih diminimalisir. (BP/EI)

Penulis: -

Baca Juga