Gubsu Rotasi Tiga Pejabat Eselon III, Ditanya Pada Edy Malah tanya Wagubsu

Gubsu Edy Rahmayadi memberi pengarahan terhadap sejumlah ASN.

Medan-BP: Rotasi pejabat administrator eselon III dilingkungan Gubernur Sumatera Utara jadi bahan perbincangan miring pihak kalangan ASN di Pemprovsu.

Pasalnya, rotasi jabatan eselon III tersebut memicu pertanyaan. Terkesan pelantikan yang digerlar seakan tergesa gesa.

Beberapa ASN yang ditemui wartawan di ruang kerja Badan Kepegawaian Pemprovsu, Rabu (9/10/2019) tmerasa terkejut atas terselenggaranya rotasi. Menurut keterangan sumber di BKD Provsu, kepada wartawan mengaku bahwa sebelumnya, pihaknya tak mengetahui ada rotasi dilingkungan kerjanya.

"Terkejutlah bang, tiba-tiba saja ada pelantikan pejabat eselon III". Memang jadi pertanyaan bang. Ada pelaksanan rotasi dilingkungan kerjanya.

Padahal sejauh ini, kinerja kami tak ada permasalahan. Kenapa tiba-tiba ada rotasi.

Hanya saja, kamipun tak bisa menjawab jika kalian tanya. Barangkali apa yang kalian curigai nantinya bakal ada informasi penjelasan yang abang dapatkan, ujar salah seorang pejabat eselon III di Pemprovsu.

Disinggung beredarnya isu ada penumpang gelab dalam pelaksanaan rotasi ini, dirinya langsung mengelak.

Susahlah bang, cari aja informasi dari sumber yang lain, elaknya dengan mengumpatkan wajahnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ketika ditanya wartawan malah balik bertanya kepada Wagubsu Musa Rajekshah.

"Ya Jek, ada pelantikan hari ini, tanya Edy saat usai acara silahturahmi dengan ratusan ASN dilantai II ruang Raja Inal Siregar kantor Gubsu.

Pelantikan eselon berapa?, lanjut Gubsu bertanya kepada Wagubsu itu saat berdampingan ketika sedang diwawancarai wartawan.

"Ada tiga pejabat eselon III, nanti sore habis sholat", jawab Wagubsu meyakinkan Edy.

Sontak saja Gubsu Edy merasa dikangkangi, terbukti wajahnya kelihatan berekspresi curiga.

Adapun pejabat yang dirotasi dan dilantik Gubsu adalah Abdullah Khair Harahap, dari Kepala Bidang Mutasi dan Pensiun Badan Kepala Daerah (BKD) Setdaprovsu, dimutasi menjadi Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut.

Sedangkan yang menggantikan jabatan Abdullah Khair adalah Damar Wulan. Sedangkan sebagai Kepala Bagian Penataan dan Pendapatan Daerah Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setdaprovsu diisi oleh Ahmad Rasyid Ritonga mantan pejabat di Satpol PP Provsu.

Kembali Gubsu Edy Rahmayadi diwawancarai wartawan dirinya mengaku pelantikan itu bukanlah tiba-tiba. Pelantikan tersebut menurutnya bagian dari penataan dan pembinaan pejabat untuk bekerja mewujudkan Sumut bermartabat.

Lanjut Edy menegaskan, bahwa khusus kepada Abdullah Khair, Ianya memberi tugas khusus untuk membantu meningkatkat kualitas kinerja Satpol PP. Lebih spesifiknya dia menugasi Khair untuk menuntaskan penambahan Satpol PP menjadi 500 personil. Bahkan disebutnya lebih tepat jumlahnya 1 batalyon atau 747 orang.

Mantan Pangkostrad juga mengemukakan, penambahan jumlah Satpol PP itu mendesak untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam kaitan terhadap pelayanan pemerintah terhadap rakyat, termasuk penegakan peraturan daerah. Sebab selama ini menurutnya, pertambahan personil Satpol PP itu tidak tuntas-tuntas. "Jadi kalau itu sudah beres, nanti kita tarik lagi dia," ujarnya tanpa menjelaskan maksud pernyataannya itu lebih lanjut. "Dia (Khair) yang masuk ke situ segera diselesaikan, dia kan eselon III melaksanakan itu karena memang itu tugasnya, karena itu spesifik untuk personilnya," imbuh Gubsu.

Sementara dikesempatan yang sama Abdullah Khair kepada wartawan mengaku siap ditugas kemana saja.

"Siap melaksanakan perintah Gubernur Edy. Sudah pas itu yang dikatakan pak gubernur, kita selaku bawahan harus selalu siap melaksanakan perintah dan mewujudkan harapan pimpinan," ujarnya. (BP/MM)

Penulis: -

Baca Juga