Kembali Tim Terpadu Tegakkan Perda 41/2003 Tapi Dinilai Pilih Kasih

Tim terpadu melakukan penertiban PKL dan lokasi parkir di atas trotoar dibiarkan alias tidak disentuh tim terpadu. Foto : BP/AA

Padangsidimpuan-BP : Tim terpadu yang terdiri dari personil Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Damkar dan Dinas Perdagangan serta dibantu personil Polres Padangsidimpuan dan personil Koramil 02/Kota kembali bergerak untuk menindaklanjuti penerapan Perda No. 41/2003 tentang Peruntukan Jalan dan Trotoar khususnya diseputaran Jalan Patrice Lumumba dan Jalan MH Thamrin, Kamis (21/11-2019).

Penertiban yang dilakukan tim terpadu kepada PKL yang menggelar dagangannya di atas bahu jalan dan trotoar pada hari ke tiga pelaksanaan penertiban berjalan tanpa adanya perlawanan dari pedagang.

Tim terpadu yang dipimpin Kasatpol PP Arbiuddin Harahap bersama Kadis Perhubungan Yusnal Daulay dan Kadis Perdagangan Ridoan Pasaribu serta Plt Kadis Damkar dan Kadis Kominfo yang dibantu Kabag Ops Polres P. Sidimpuan Kompol A. Tarigan membersihkan paret di Jalan Thamrin yang selama ini tersumbat oleh sampah para PKL yang dibuang sembarangan dengan semprotan air dari mobil Damkar yang ikut diturunkan.

Para PKL yang terlihat pasrah dan mengangkat barang dagangannya agar tidak kotor tersiram air bercampur lumpur, akhirnya ikut menyaksikan aksi penertiban tersebut. Namun aksi penertiban yang dilakukan oleh tim terpadu dinilai tebang pilih atau pilih kasih.

Hal itu diungkapkan salah seorang PKL warga Kelurahan Wek VI Padangsidimpuan Selatan yang enggan namanya di publis kepada media ini, pasalnya, tujuan penertiban ini kan agar bahu jalan dan trotoar kembali kepada fungsinya semula untuk kelancaran pengguna jalan, baik kenderaan maupun pejalan kaki, katanya.

Dikatakannya, kami PKL ini hanya untuk mencari makan sehari-hari dan biaya sekolah anak. Kalau kami dilarang berjualan di emperan ini kemana lagi kami berteduh untuk berjualan.

"Tapi yang paling miris kami lihat adanya tebang pilih atau pilih kasih dari tim terpadu, bukan kah tujuan penertiban ini untuk menegakkan Perda Nomor 41 tahun 2003. Kenyataannya kami digusur tapi lahan parkir yang jelas-jelas berada di atas trotoar tetap dibiarkan," ungkapnya sambil menunjuk lokasi parkir sepeda motor di trotoar Jalan Patrice Lumumba dan Jalan Thamrin.

Lanjutnya, kami para PKL digusur apakah karena dinilai tidak memberikan kontribusi bagi PAD, sementara parkir yang dikelola Dishub sudah jelas primadona PAD, tandasnya. (BP/SP1)

Penulis: -

Baca Juga