Lebih Dekat Mengenal Parno Mahulae, Calon Ketua Presidium PMKRI Pusat

Parno S. Mahulae melakukan salam komando dengan Gubsu Edy Rahmayadi saat audensi PMKRI Sumbagut di ruang kerja Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (28/1/2020).

Medan-BP: Parno S. Mahulae, Lahir di desa di kaki Dolok Pinapan, Desa Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan 19 April 1992. Hingga kini masih aktif menjabat sebagai komisaris daerah PMKRI Sumatera Bagian Utara.

Dalam perhelatan Kongres dan MPA PMKRI di Ambon, 05-11 februari 2020, Parno Mahulae menjadi salah satu kandidat calon ketua presidium PMKRI. “Kita bawakan konsep Recovery, sehingga semua hal terkait PMKRI menjadi menarik dan diminati. Biarkanlah kita masuk lewat pintu orang, dan keluar lewat pintu PMKRI. Karena nilai dan proyeksi PMKRI sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan akan tetap relevan, pun kita berada pada zaman modern seperti saat ini” kata Parno.

“Di zaman sekarang, banyak hal yang telah berubah, namun beberapa tetap, itulah kenapa sajian PMKRI yang pokok pokok tidak perlu dirubah, contohnya terkait keadilan, kemanusiaan, persaudaraan sejati dll. Konsep Recovery menjadi penting dalam pola pengembangan dan pembinaan di tingkat mahasiswa. Look/view itu penting. Ibarat produk, kalau tampilan nya saja tidak menarik, jangan harap orang akan lirik.

Begitu juga konsep dalam organisasi. Jadi PMKRI itu masuk lewat minat dan bakat setiap orang. Begitu sudah masuk,maka nilai-nilai yang ada di PMKRI itu disajikan pelan-pelan. Sejak dulu misalnya, secara eksternal PMKRI itu terlibat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, termasuk dalam pemerintahan. Kita siap menjadi mitra pemerintah atau negara (Patria), sebagai mitra strategis ataupun mitra kritis” sambungParno.

Aktif Menulis

Puluhan tulisannnya telah dimuat di koran lokal Sumatera Utara dan berbagai media online lainnya. Harian Analisa adalah salah satu koran lokal yang menerbitkan tulisannya.

Selain aktif menulis di media massa, aktif juga dalam mengikuti berbagai komunitas. Salah satu komunitas yang diikutinya adalah TWF (Toba Writers Forum). TWF adalah sebuah komunitas penulis yang ada di kota Medan. Selain itu ada juga PLOt (Pusat Latihan Opera Batak), komunitas ini bergerak dibidang pelestarian Opera Batak.

Sejak tahun 2016 aktif mengikuti Lomba penulisan di berbagai media dan komunitas. Tahun 2017 keluar sebagai pemenang dalam lomba cerdas bermedia sosial yang diselenggarakan oleh KEMENKOMINFO-KWI. Tulisannya berjudul “Memakna Sumpah Pemuda Zaman Now” menjadi pemenang juara I dalam kategori Opini.

Pada tahun 2018 menjadi pemenang lomba menulis artikel pada perayaan dies natalis PMKRI ke 71. Artikel yang berjudul “Menyingkirkan Radikalisme ditengah Pluralisme” keluar sebagai pemenang juara I. (BP/Pandi)

Penulis: -

Baca Juga