Lettu CPN Alex Dharma Berlatih Terbangkan Helikopter Apache AH-64E Tanpa Melihat Kondisi Luar

Ilustrasi Helikopter Apache AH-64E

MEDAN-BP: Salah satu pilot Helikopter Apache AH-64E, Letnan Satu Cpn Alexius Darma menceritakan pengalamannya berlatih menerbangkan helikopter produk Amerika Serikat itu tanpa melihat. Ketika itu, kata dia, ada sesi latihan terbang dengan kaca helm yang ditutup dan hanya bisa melihat instrumen di dalam helikopter.

"Itu namanya terbang instrumen," kata Alex di markas Skuadron 11/Serbu Pangkalan Udara TNI AD, Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 20 Juli 2018.

Terbang instrumen adalah teknik menerbangkan pesawat tanpa melihat kondisi luar pesawat. Pilot menerbangkan helikopternya hanya mengandalkan informasi dari instrumen pesawat.

Alex mengatakan teknik itu dilatih agar pilot bisa menerbangkan pesawatnya saat kondisi tidak memungkinkan untuk bisa melihat kondisi luar. Dia mencontohkan saat menerbangkan pesawat ke dalam awan. "Ketika kami masuk awan itu kami enggak bisa melihat apa-apa, makanya kami dilatih terbang instrumen," kata dia.

Teknik terbang instrumen itu juga dilatih karena Helikopter Apache didesain mampu terbang di segala medan dan cuaca. Apache menggunakan teknologi Avionics, seperti Radar Longbow dan Multi Target Acquisition and Designation System (MTADS).

Radar Longbow berada di baling-baling Apache. Sistem radar ini memiliki kendali tembak dan radar indentifikasi frekuensi. Apache memiliki perangkat yang dapat melihat dan mengetahui informasi objek dalam kondisi gelap.

Pilot Helikopter Apache memperoleh informasi dari sistem radar tersebut melalui helm khususnya yakni Apache Aviator Integrated Helmets. Helm pilot juga dapat mengatur arah kanon M 230 tanpa mengubah arah helikopter.

Sumber: Newsrepublic (ES)

Penulis:

Baca Juga