Mewujudkan Sidimpuan Bersinar Dengan Pelestarian Adat Budaya dan Kearifan Lokal

Foto ilustrasi Pakaian Adat Budaya Angkola yang harus dilestarikan.

Oleh : Ali Akbar

Negara Kesatuan Republik Indonesia penuh dengan khasanah adat budaya dan kearifan lokal yang mewarnai tatanan kehidupan masyarakat mulai dari Sabang hingga Merauke yang terbingkai dalam 'Bhinneka Tunggal Ika' atau Berbeda-beda Tapi Tetap Satu' yang mengikat kuat dan kokoh.

Ribuan suku bangsa dan bahasa tersebar diseluruh wilayah Indonesia disatukan dalam Satu Bangsa, Satu Tanah Air dan Satu Bahasa yakni Indonesia, menjadi kekayaan yang membanggakan dan tidak dimiliki oleh negara lain di dunia ini. Dan ribuan adat budaya serta kearifan lokal tersebut termasuk yang ada di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Provinsi Sumatera Utara yakni Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Padanglawas serta Kabupaten Mandailing Natal dan Kota P. Sidimpuan.

Jadi, untuk mewujudkan visi misi program Sidimpuan Bersinar yang diusung Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH dan Wakil Walikota Ir H Arwin Siregar MM, mau menggali potensi adat budaya serta kearifan lokal yang dimiliki, maka perannya sangat besar untuk mendukung terlaksana program tersebut dalam memajukan Kota Padangsidimpuan agar setara maupun lebih maju dari daerah lainnya khususnya di Provinsi Sumatera Utara.

Dari data yang kami himpun, dihuni oleh berbagai etnis suku bangsa, seperti Etnis atau Suku Batak Angkola, Mandailing, Toba, Karo, Simalungun, Nias, Dairi, Melayu, Aceh, Minang, Jawa, Sunda dan lainnya. Semua adat budaya masing-masing etnis tersebut kerap tampil dalam berbagai acara pesta perkawinan maupun pertunjukan hiburan pada peringatan hari libur nasional yang dibawakan para pemuda-pemudi asal etnis tersebut di Kota Padangsidimpuan.

Begitu juga dengan adat budaya dan seni Batak Angkola dan Mandailing di Tabagsel, yang lebih dikenal dengan adat Tapsel yang menjadi pedoman kehidupan setelah agama dalam seluruh tatanan kehidupan yang di kenal dengan 'Dalihan Na Tolu' khususnya dalam proses pelaksanaan adat. Posisi dari Dalihan Na Tolu yakni Suhut, Anak Boru dan Mora, cukup dominan apalagi pada proses adat perkawinan yang dipimpin Raja Adat serta Hatobangon, Alim Ulama di pandu seorang yang berposisi 'Orang Kaya Adat', bahkan dalam proses pemakaman seorang Raja Adat saat meninggal dunia yang telah dinobatkan namanya dengan sebuah Gelar Adat di belakang namanya, maka posisi dari Dalihan Na Tolu juga sangat dominan dan seluruh perangkat kebesaran adat harus dikeluarkan dari tempat penyimpanannya Begitu juga dengan seluruh Raja-raja Marga yang ada di Tabagsel akan melaksanakan sidang adat terkait dengan pewarisan gelar adat dari Raja Adat yang wafat kepada cucu paling besar (Pahoppu Panggoaran) dari anak sulung almarhum yang kemudian cucu dinobatkan gelar adat almarhum sekaligus dipasangkan pakaian kebesaran adat Tapsel dan perangkat lengkap lainnya untuk ikut mengiringi kepemakaman, maka sah lah si cucu menyandang nama gelar si kakek.

Kemudian pelengkap dari adat budaya yang menjadi kearifan lokal serta mempunyai peran besar dalam tatanan adat Tapsel itu adalah adanya Naposo-Nauli Bulung (NNB) dimana Naposo Bulung (Pemuda) yang mempunyai tugas sebagai pengaman atau bahasa adat Tapsel 'Pagar Ni Huta' dan juga Mandohoni (mengundang) serta Mangoloi (Melayani) bila ada kerja adat. Sementara tugas Nauli Bulung (Pemudi) menyiapkan dan merias keperluan dan lokasi acara serta menyambut tamu undangan pada pesta adat yang akan dilaksanakan.

Jadi, visi misi Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH dan Wakil Walikota Ir H Arwin Siregar MM demi terwujudnya 'Sidimpuan Bersinar' untuk meningkatkan percepatan pembangunan Kota Sidimpuan disegala sektor demi tercipta kesejahteraan masyarakat yang dicita-citakan, khususnya dari Pelestarian Adat Budaya dan Kearifan Lokal, menurut kami Pemko P. Sidimpuan harus memberdayakan secara maksimal lembaga Dewan Kesenian Kota Sidimpuan dan Instansi atau Dinas terkait, seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Bidang Kebudayaan.

Data yang kami peroleh dari DK2P (Dewan Kesenian Kota Padangsidimpuan) bahwa ada Delapan (8) Etnis dengan Adat Budaya dan Keseniannya yang terus di bina dan kerap ditampilkan oleh DK2P pada jadwal yang diprogramkan ditengah masyarakat Kota Padangsidimpuan. Bahkan pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) kontingen Kota Padangsidimpuan tetap menampilkan adat budaya serta kesenian asli dari daerah Angkola, baik berbentuk Opera maupun Drama dengan cerita-cerita legenda daerah.

Maka, kalau adat budaya sebagai kearifan lokal yang memiliki potensi untuk digali dan diberdayakan sebagai salah satu sumber kekuatan mewujudkan Sidimpuan Bersinar, Walikota dan Wawako Padangsidimpuan harus memperhatikan secara serius potensi tersebut untuk memciptakan Adat Budaya dan Kesenian Daerah sebagai Kearifan Lokal menjadi daya tarik pariwisata, karena kekayaan khasanah adat budaya bila di kelola dengan maksimal maka kontribusi bagi daerah akan menguntungkan.

Kita ciptakan wisata buatan sebagai daya tarik bagi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Kota Padangsidimpuan walau hanya untuk menyaksikan pagelaran seni adat budaya sebagai kearifan lokal yang kita miliki, dimana manfaatnya, disamping dapat melestarikan adat budaya tersebut agar tidak hilang begitu saja ditelan budaya asing yang saat ini cenderung lebih disukai para generasi muda, namun dapat juga menjadi sumber pendapatan daerah dan masyarakat Kota Padangsidimpuan pada umumnya.

Di Kota Padangsidimpuan sering kegiatan pagelaran seni adat budaya Tapsel yang dilaksanakan Dewan Kesenian dan juga Dinas Pariwisata Kota Padangsidimpuan serta Dinas Pendidikan Bagian Kebudayaan namun hanya untuk penampilan saja tanpa ada target menjadi agenda rutin yang akan berlangsung setiap tahunnya.

Padahal, bila pelaksanaan pagelaran seni adat budaya tersebut teragenda setiap tahun sekaligus sebagai bagian pelestarian adat budaya, niscaya Kota P. Sidimpuan akan menjadi salah satu daerah tujuan Wisata Budaya di Provinsi Sumatera Utara pada khususnya yang muaranya tentu terwujudnya Sidimpuan Bersinar dari sektor Pelestarian Adat Budaya sebagai Kearifan Lokal akan tercapai secara maksimal.

Untuk itu, Walikota dan Wakil Walikota kami harapkan dapat menegaskan kepada Dinas Pariwisata agar lebih fokus meningkatkan volume Pelestarian Adat Budaya Angkola dengan pelaksanaan pendidikan tata cara penerapan adat budaya dengan melibatkan tokoh-tokoh adat Tapsel serta tokoh adat dari Etnis yang ada di Padangsidimpuan kepada generasi muda kita. Pun juga Dinas Pendidikan Bagian Kebudayaan ditekankan dapat bersinerji dalam melestarikan adat budaya tersebut sebagai kearifan lokal yang tidak ternilai harganya. Apalagi adanya peran serta dari Dewan Kesenian yang telah menjadi wadah daripada seniman daerah dan Forum Komunikasi Lembaga Adat (Forkala) diajak untuk selalu bersinerji dan berkolaborasi dalam pelestarian seni adat budaya tersebut.

Pemko Padangsidimpuan dalam hal ini, kita harapkan dapat menyediakan fasilitas yang dibutuhkan bila dari sektor seni adat budaya sebagai kearifan lokal dijadikan daya tarik kunjungan wisatawan untuk menyaksikan Wisata Budaya sehingga kontribusi bagi daerah dari Pariwisata dapat bertambah.

Kemudian Walikota Irsan Efendi Nasution SH dan Wawako Ir H Arwin Siregar MM, kita harapkan juga dapat membangun sarana dan prasarana berupa 'Pondok Seni' atau Panggung Terbuka untuk pendukung utama bila Wisata Budaya diterapkan, bahkan panggung terbuka tersebut bisa berfungsi sebagai pusat pelestarian adat budaya dan seni daerah Angkola maupun Etnis yang ada di Kota Padangsidimpuan.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah dengan mensinerjikan Dewan Kesenian, Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan kami fikir akan dapat berkolaborasi menampilkan pagelaran tata adat budaya yang dibalut seni daerah dengan melibatkan tokoh adat dan pelaku seni sehingga Adat Budaya Angkola dapat mengangkat dan memberi kontribusi positif bagi Kota P. Sidimpuan. Bahkan kekayaan Seni Budaya Angkola seperti Tor-tor, Markusip, Onang-onang,  , Marbalas Pantun dan lainnya bisa digali dan dilestarikan serta di wariskan kepada para generasi muda kita. Kemudian tata cara pelaksanaan adat, seperti tatanan Adat Perkawinan, Mangalap Boru bahkan juga tatanan pemakaman Raja Adat yang wafat dan banyak lagi Kearifan Lokal yang ada bisa digali dan dilestarikan.

Akhirnya, bila potensi-potensi Adat Budaya Angkola dan Etnis lainnya sebagai Kearifan Lokal dapat terus dijaga dan dilestarikan Pemko Padangsidimpuan melalui Dinas dan Instansi terkait, maka untuk mewujudkan Sidimpuan Bersinar yang menjadi visi misi Walikota dan Wakil Walikota P. Sidimpuan khususnya sektor Pelestarian Adat Budaya dan Kerifan Lokal akan tercapai dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang diidam-idamkan juga akan terwujud.. Insya Allah..Wassalam..

Penulis      : Ali Akbar.                         Wartawan : Harianbatakpos.com

Tulisan Feature ini akan diikut sertakan pada Lomba Karya Jurnalistik dalam rangka HUT Pemko Padangsidimpuan ke-18 tahun 2019.

Penulis: -

Baca Juga