Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Melaksanakan “Pendidikan Politik” di Hotel Madani Medan

PMKRI foto bersama usai kegiatan pendidikan politik di Hotel Madani Medan. Foto: Ist

Medan-BP: Komisariat Daerah Sumbagut melaksanakan Pendidikan Politik yang difasilitasi oleh Dispora Sumatera Utara dengan mengangkat tema "Pemuda Melek Politik" yang berlangsung di Hotel Madani Medan selama tiga hari pada tanggal 9-11 Desember 2019.

Kegiatan ini langsung dibuka oleh Kadispora Sumatera Utara Baharuddin Siagian yang diwakilkan oleh M. Tohir sebagai Kabid Kepemudaan Dispora Sumut, dalam sambutan tertulis Kadispora menyatakan pemuda berperan penting dalam memajukan Sumatera Utara termasuk kontribusi pemuda dalam politik.

Pemuda diharapkan tidak boleh apatis terhadap politik apalagi alergi terhadap politik karena politik itu sendiri bertujuan baik dan mulia. Maka, dengan itu perpolitikan kita khususnya di Sumatera Utara harus diisi oleh pemuda yang memiliki nilai integritas tinggi.

Parno Mahulae Ketua Komisariat Daerah (Komda) PMKRI Sumbagut dalam sambutannya menyatakanb arus demokratisasi kita memiliki tren yang baik. Kita memandang pendidikan politik perlu diwariskan kepada orang muda sehingga tidak melulu menghabiskan waktu dengan gadget. Kita contoh kan saja soal wawasan kebangsaan, tentu besar kaitannya dalam hal keberlangsungan negara, konsepsi negara dan warga negara (civil society) mendukung pembangunan, keadilan sosial, supremasi hukum dan aspek-aspek humanis.

"Modal tersebut harus dimiliki, agar pemuda bisa menjaga yang sudah ada, karena negara kita kan kaya, sekaligus memperbaiki apa yang kita rasa masih banyak  persoalan di negara ini, termasuk politik yang transaksional," ucapnya.

Demi menghadapi persiapan bonus demografi, parno menekankan, perlunya membangun SDM. Pembangunan SDM ini termasuk bagaimana kemapanan pemuda dalam politik, sehingga kedepan diharapkan akan muncul embrio baru dari kaum pemuda dikancah perpolitikan daerah sumatera utara dengan memiliki nilai integritas, moralitas dan akhlak yang baik menuju sumatera utara yang maju dan bermartabat.

Kegiatan pendidikan politik pemuda yang dilaksanakan PMKRI Komda Sumbagut kali ini mendatangkan narasumber dari berbagai latar belakang mulai dari akademisi, politisi, imam katolik, dan pengamat politik. Julwandry Munthe selaku mantan pengurus pusat PMKRI yang kini sedang berkiprah dalam politik turut memberikan materi tentang wawasan kebangsaan.

Julius Turnip selaku Komisioner Bawaslu Kota Medan memberikan materi tentang Pengawasan Partisipatif pada PEMILUKADA. Dalam pemaparannya Julius menyampaikan perlu adanya pengawasan partisipatif warga terkhususnya pemuda agar setiap pemilihan kepala daerah berjalan dengan lancar.

Jones gultom selaku pengamat politik turut membrikan motivasi dan dorongan kepada peserta pendidikan politik agar pemuda terlibat aktif dalam dunia politik. Selanjutnya Richard memberikan meteri tentang Nalar demokrasi. Richard menekankan bahwa untuk memahami membutuhkan nalar dan akal sehat. Dalam berpolitik tidak dibutuhkan baper (bawa perasaan), karna hal itu bisa menimbulkan perpecahan.

Pastor Beno memberikan materi tentang gereja dan politik. Sandrak Manurung selaku anngota DPRD langkat memberikan materi tentang perencanaan dan managemen strategi. Terakhir adalah Tomson Silalahi yang juga sedang menjabat sebagai Sekretraris Jenderal PP PMKRI menyampaikan tentang Analisis Sosial. Dalam berpolitik hal yang mendasar perlu dilakukan adalah analisis social, sebab dalam penentuan kebijakan yang berkeadilan social harus berlandaskan analisis social.

Dari lokasi kegiatan tampak dihadiri dari cabang Medan, cabang Pematang Siantar dan calon cabang Tanah Karo berjumlah 50 orang.

Setelah selesai semua rangkaian kegiatan Rabu, 11 Desember 2019 kegiatan ini ditutup langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara Baharuddin Siagian. (BP/Pandi)

Penulis: -

Baca Juga