Polrestabes Medan Gelar Rapat Koordinasi, “Penanganan Banjir Dilakukan Secara Long Time”

Polrestabes Medan menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Di Wilayah Hukum Polrestabes Medan Di Rupatama Polrestabes Medan , Kamis (9/1).BP/erwan

Medan-BP: Polretsabes Medan menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Di Wilayah Hukum Polrestabes Medan Di Rupatama Polrestabes Medan , Kamis (9/1). Rapat yang dipimpin langsung Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edizzon Isir bertujuan untuk membangun koordinasi yang kuat dari semua elemen pemerintahan dengan dukungan penuh personel TNI dan Polri dalam menanggulangi bencana di wilayah hukum Polrestabes Medan, termasuk juga  di dalamnya wilayah Kabupaten Deliserdang.

Hadir di situ  Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, rapat juga dihadiri Dandim 0201/BS Kol Inf Roy J Hansen Sinaga, Bupati deliserdang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pekmab Deliserdang Faisal Arif Nasution, Wakapolrestabes Medan AKBP Rudi Rifiani SIK, OPD terkait di Pemko Medan dan  Pemkab Deliserdang, camat, kapolsek, PMI serta sejumlah relawan.

Kapolrestabes Medan menjelaskan, rapat ini dilakukan untuk membangun koordinasi yang kuat sehingga penanggulangan bencana yang terjadi dapat dilakukan secara bersama-sama. Oleh karenanya melalui rapat koordinasi ini, Kapolrestabes berharap para peserta rapat dapat memberikan masukan-masukan sebagai upaya pengayaan brainstorming, sebagai bahan pembentukan kerangka manajemen penanggulangan bencana secara secara komprehensif.

“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan short time melainkan long time. Untuk itu kita membentuk kerangka manajemen penanggulangan bencana secara komprehensif. Dengan demikikan begitu terjadi bencana, semua siap menghadapi dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana,” kata Kapolrestabes Medan.

Dalam rapat tersebut,  Kepala BPDB Kota Medan Arjuna Sembiring mengungkapkan,  ada 15 kecamatan di Kota Medan yang rawan bencana, terutama banjir. Kondisi ini terjadi akibat 15 kecamatan itu dilintasi 5 sungai besar yakni Sungai Deli, Babura, Denai, Belawan dan Sei Sikambing. Sudah itu, jelasnya, banjir yang selama ini terjadi hanya 12 jam dan 24 jam saja.

“Setelah itu air kembali surut, terkecuali banjir yang terjadi di Kecamatan Medan Belawan. Banjir bisa melebih 12 sampai 24 jam, sebab  air naik akibat banjir rob. Umumnya bencana yang terjadi di Kota Medan hanya dua jenis  yakni banjir dan angin puting beliung. Oleh karenanya kita sangat mengapresiasi digelarnya rapat koordinasi, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah yang maksimal secara bersama-sama dalam menanggulangi bencana yang terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu Dandim  0201/BS Kol Inf Roy J Hansen Sinaga, mendukung upaya dilakukannya penelusuran sungai sebagai langkah migitasi. Sebab, penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan pada saat bajir terjadi tetapi juga harus dilakukan upaya-upaya untuk mengurangi rerjadinya resiko bencana.

Dalam rapat itu, Dandim sangat menyanyangkan tidak hadirnya perwakilan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II. Padahal keberadaan BWS dinilai sangat penting, sebab banjir yang terjadi tidak terlepas dari kondisi sungai. Sedangkan, penanganan sungai merupakan domain  atau wewenang penuh BWS Sumatera II.

Kemudian Dandim juga berharap agar Pemko Medan segera menggelar apel siaga bencana dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Sebab, dia melihat daerah lain sudah melakukan apel siaga bencana untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, terutama banjir. “Intinya, kita siap untuk memberikan bantuan jika bencana terjadi,” tegas Dandim.

Selanjutnya para peserta rapat pun menyampaikan masukannnya. Seluruh masukan ditampung dengan bijak oleh Kapolrestabes. Sebagai penutup rapat, Kapolrestabes kemudian merangkum sejumlah kesimpulan. Selain perlu dilakukannya koordinasi yang kuat semua elemen pemerintahan baik Pemko Medan, Deliserdang serta aparat TNI dan Polri, juga akan dibentuk semacam wadah untuk memfasilitasi  komunikasinya seperti whatsapp (WA) grup dan orang-orang yang ditugasi bertanggungjawab apabila terjadi bencana. (BP/EI)

Penulis: -

Baca Juga