Tak Terima Anaknya Dicabuli, Oknum Guru SD Negeri 050779 Sarang Jaya Dilaporkan ke Polres Langkat

Langkat-BP: Susanto (39) bersama istri mendatangi ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Langkat pada hari Senin (13/1/2020). Kedatangan mereka untuk melaporkan oknum guru bernama Kurta Ginting, S.pd karena diduga telah mencabuli anak dari Susanto yang tak lain muridnya sendiri.

Perbuatan tidak senonoh yang dilakukan Kurta Ginting kepada muridnya tersebut, sebut saja Bunga (9) yang masih duduk dibangku Kelas IV Sekolah SD Negeri 050779 Sarang Jaya Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh temannya, dan selanjutnya memberitahukan kepada orangtua bunga pada malam Sabtu (10/01/2020) pukul 19:00 WIB.

"Mendengar informasi dari teman anak saya tersebut, saya langsung menanyakan kepada anak saya dan mengakui bila dirinya dipaksa. Katanya, sudah melakukan dua kali pada saat pelajaran les tambahan diruangan sekolah," ungkapnya.

"Dengar ucapan anak saya seperti itu orangtua mana yang tidak naik pitam dan langsung mendatangi Guru SD yang bernama Kurta Ginting yang saat itu oknum guru tersebut tinggal di belakang sekolah dan oknum guru tersebut saya bawak kerumah, hampir saja saya habisi dan dilarang oleh istri saya," ujarnya.

Kata Susanto, melanjutkan, oknum guru Kurta Gining pada saat saya bawa kerumah pelaku menangis dan meminta maaf atas perbuatannya, apa lagi warga yang sudah emosi dengan perbuatan guru SD hampir saja melakukan penganiayaan.

"Untuk korban yang mengadukan kasus perbuatan cabul yang dilakukan oknum guru Kurta Ginting saat ini bukan lagi saya dan sudah ada orangtua murid yang lainnya. Dan oknum guru tersebut saat ini sudah melarikan diri dan tidak mengajar lagi. Untuk itu kami minta aparat kepolisian Polres Langkat agar melakukan penangkapan," minta Susanto.

Saat ditemui Kanit perlindungan Perempuan dan Anak, Iptu Rinaldi di Mapolres mengatakan, memang benar orangtua korban bunga ada membuat pengaduan pada salah satu oknum guru, namun saat ini masih dilakukan pemeriksaan pada korban.

" Untuk korban ada dua orang dan saat ini masih kita lakukan pemeriksaan dan belum dilakukan pisum," ujar Iptu Rinaldi. (BP/L1)

Penulis: -

Baca Juga