Teken Akuisisi Saham Jelang Pilpres, Bos Freeport Jawab Tegas

MEDAN-BP: Akuisisi saham PT Freeport Indonesia sebanyak 51% yang dimulai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) tanggal 12 Juli 2018 disebut pencitraan politik semata,

Direktur Eksekutif PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menegaskan bahwa perusahaan tidak ikut-ikutan ke ranah politik. "Yang jelas kami anggap ini hal baik untuk dilakukan. Pas timingnya di sini dan kebetulan mendekati pilpres," kata Tony, Selasa (24/7/2018).

Bos Freeport ini menjelaskan sebenarnya proses negosiasi untuk divestasi sudah berlangsung lama. Tony terlibat dalam proses pelepasan saham ini sudah sejak 18 bulan terakhir. "Kami bahkan berharap bisa selesai tahun lalu," jelasnya.

Menurutnya kesepakatan awal yang ditandatangani oleh pemerintah yang diwakili Inalum, 12 Juli kemarin merupakan langkah awal. Ke depannya, baik Freeport dan Inalum masih harus menempuh proses seperti penyelesaian perjanjian jual beli dan teknis lainnya.

Freeport sendiri mengingatkan bahwa kesepakatan divestasi merupakan satu dari 4 poin yang disepakati sejak negosiasi Agustus lalu. Adapun 4 poin tersebut adalah; perubahan Kontrak Karya menjadi IUPK (termasuk perpanjangan operasi hingga 2041), pembangunan smelter, divestasi, dan kepastian investasi serta hukum.

Sumber: Cnbc Indonesia (ES)

Penulis:

Baca Juga