BNPT Ungkap 10 Provinsi Jadi Target Serangan Teroris, Sumut Salah Satunya

Ilustrasi Teroris Foto: Shutter Stock

Jakarta-BP: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPB) menyatakan ada 10 provinsi di Indonesia rawan menjadi target terorisme. Teroris mengincar titik strategis seperti wilayah kota, kantor pemerintahan, kantor polisi, objek wisata dan objek vital lainnya.

Hal itu diungkapkan Kepala BNPT Suhardi Alius dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 21 November kemarin.

“Dari hasil pemetaan wilayah yang kami lakukan ada 10 provinsi dan beberapa titik strategis yang diincar oleh pelaku teror sebagai tempat aksi,” kata Suhardi seperti dilansir dari Okezone.com, Jumat (22/11/2019).

Kesepuluh provinsi yang diincar teroris itu adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

BNPT bekerja sama dengan Densus 88 Antiteror terus memantau pergerakan sel teroris dan mendalami modusnya. Semua pihak diminta waspada terhadap modus-modus baru dipakai teroris dalam beraksi.

Pasca-serangan bom di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, puluhan terduga teroris ditangkap Densus 88 bersama kepolisian daerah di berbagai tempat dan tiga di antaranya tewas.

Suhadi menduga setelah serangan bom tersebut dan gencarnya penangkapan, sel-sel teroris mulai hati-hati bergerak.

“Sekarang dari satu sel itu nereka sekarang tentunya akan hati-hati bergerak. Mereka bergerak kelompok-kelompok dan dia tidak bunyiin, dan kalau bunyi pasti akan segera diambil oleh kelompok dan bertemu baru mereka mendiskusikan hal semacam itu,” ujar dia.

Direktur Penindakan BNPT Hamli mengatakan, ada delapan provinsi disusupi jaringan terorisme berskala besar. Adalah Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Sulawesi Tenggara.

Hamli menjelaskan, jaringan terorisme besar di delapan provinsi itu berafiliasi dengan 3 kelompok terorisme yakni Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Jamaah Ansharut Khiflafah (JAK), serta Jamaah Islamiyah. (red)

Penulis: -

Baca Juga