China Andalkan Dr Chen untuk Uji Coba Vaksin COVID-19

Ilustrasi Vaksin Corona. (Foto: Ist)

Harianbatakpos.com - Kita pasti kurang familiar dengan nama seorang dokter di China, bernama Dr. Chen Wei. Tapi nama beliau sudah tak asing lagi di dunia kedokteran, terutama terkait soal virus.

Tahukah Anda, Dr. Chen adalah ahli virus yang memimpin Institute of Bioengineering di Academy of Military Medical Sciences. Dokter berusia 54 tahun ini berjasa besar terkait beberapa jenis virus beberapa tahun belakangan ini.

Dr. Chen, sosok di balik penemuan nasal spray yang membantu untuk melindungi para petugas medis di kala wabah virus mematikan SARS pada 2003 lalu. Tidak hanya itu, dokter Chen juga lah yang mengembangkan dan menemukan vaksin untuk virus mematikan Ebola pada 2014-2016 serta vaksin untuk virus Lamanla yang menyebar menyerang benua Afrika pada sekitar tahun 2017 lalu. Maka tidak heran, dokter Chen dianggap sebagai pahlawan di bidang sains.

Sekarang di tahun 2020, saat pandemi virus corona jenis baru yang mengakibatkan penyakit COVID-19 tengah melanda dunia, nama dokter Chen kembali menjadi spotlight. Chen sebagai ahli virus kini tengah berjibaku, bekerja keras untuk bisa menemukan vaksin yang tepat untuk menangani virus corona COVID-19 ini.

Baru-baru ini, beredar ramai di media potret dokter Chen berbalut masker pelindung dan tampak kelelahan. Dalam posisi berdiri, lengan bagian kirinya diberi injeksi. Dokter Chen tiba di Wuhan, epicentrum pandemi COVID-19 sejak 26 Januari 2020 lalu. Satu hari setelah pemerintah China mengumumkan bahwa virus ini bisa terjadi penularan melalui manusia.

Sejak saat itulah, dokter Chen bekerja keras di Wuhan Institute of Virology untuk pengembangan vaksin. Menurut laporan, China tengah berupaya menjadi yang pertama bisa menemukan vaksin untuk penanganan virus corona jenis baru ini.

Walau sulit, namun dokter Chen menyakini bahwasanya virus corona COVID-19 bisa dikalahkan. “Virus ini kejam, tapi kami percaya pada keajaiban. Epidemi ini adalah situasi militer, dan atrea epidemi adalah medan perang,” ujar Dr.Chen.

Berdasarkan laporan media setempat, Dr. Chen sendiri telah diberi wewenang untuk memulai uji klinis untuk vaksinnya pada hari Senin pekan lalu.

Sementara itu, CanSino Biologics, perusahaan yang berbasis di Tianjin yang bekerja dengan dokter Chen, mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka kini sedang mencari sukarelawan untuk menguji vaksin tersebut, sebuah vektor adenovirus rekombinan rekayasa genetika berlabel "Ad5-nCoV."

Media menyebutkan, pemerintah China sendiri memuji usaha dokter Chen sebagai yang paling menjanjikan di antara sembilan kemungkinan penanganan virus corona COVID-19 yang sedang dikembangkan oleh para ilmuwan China. Demikian seperti diwarta Washingtonpost, Rabu (25/3/2020). (okz)

Penulis: -

Baca Juga