Diduga Tidak Sesuai Dengan Kwalifikasi, Pembangunan Ruang Kelas Bertingkat SDN 116874 Bakaran Batu Dikhawatirkan Bakal Ambruk

Binsar Hutagalung menunjuk bangunan bertingkat SDN Bakaran Batu yang masih memakai bangunan lama.

Rantauprapat-BP: Pembangunan ruang kelas bertingkat  SDN 116874 Bakaran Batu dikhawatirkan bakal ambruk karena diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan kwalifikasi.

Hal ini  terkuak sesuai dengan investigasi wartawan dan LSM MPPK2N dilokasi proyek pembangunan SDN tersebut Rabu (4/12).

Disana jelas terlihat kejanggalan kejanggalan misalnya bangunan lama tidak dibongkar keseluruhan  hanya ditambah cor tiang dibeberapa siku.

Ponirin kepala tukang mengatakan kepada wartawan bahwa batu untuk cor adalah Readymix. Selain itu dia juga mengatakan ada 10 orang anggotanya yang bekerja setiap harinya  dan pengajiannya sekali satu minggu,untuk gaji tukang sebesar 120 ribu perhari sedangkan untuk gaji kernet 85 ribu perharinya.

"Bangunan ini sudah kuatnya ini pak,karena tiang cornya pakai tapak kuda berati bangunan ini cukup kuat.Kita kan pekerja disini pak,jadi apa yang diperintahkan itu yang kita kerjakan,"ujar Ponirin.

Binsar Hutagalung Ketua Investigasi dan Liputan Masyarakat Pemerhati Pelaku Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (MPPK2N) Sumatera Utara mengatakan bahwa bangunan  pembangunan SDN Bakaran Batu itu tidak kokoh seperti bangunan yang semestinya untuk bangunan pondasi harus pakai sloof.

"Dikhawatirkan bangunan sekolah ini suatu saat atau beberapa tahun kedepan akan terjadi ambruk karena tidak ada perencanaan sebelumnya untuk bangunan gedung bertingkat untuk itu tidak memungkinkan menopang beban yang cukup berat dari lantai dua,"ungkapnya.

Plang proyek bangunan SDN bertingkat di Bakaran Batu.

Ditambahkannya,Sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi dan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Teknis Pekerjaan Swakelola diduga tidak sesuai fakta dilapangan.Salah satunya pengawas  tidak memiliki Surat Keterangan Tenaga ahli (SKT),penanggung jawab atau ketua panitia yang dibentuk oleh kepala sekolah tidak memiliki SKT,tidak terdapat anggota pekerja memakai alat pelindung diri atau K3.

"Maka saya simpulkan diduga proyek tersebut adalah proyek gagal,"tegas Hutagalung.

Sementara PPK Dinas Pendidikan Labuhanbatu Tengku ketika dikonfirmasi melalui Whats App tentang kenapa tidak dicor keliling pondasi dan bangunan lama masih dipakai dia menjawab Maaf bang pertanyaan abang kurang bisa ku pahami takut nanti jawabanku salah, jadi kalau ada waktu nanti kita diskusi aja dulu tentang teknis kerja yang menurut abang itu ya,sebutnya.

Sedangkan Kepala Sekolah SDN 116874 Bakaran Batu Erminawaty,S.Pd ketika dikonfirmasi di kantornya tidak berhasil ditemui salah seorang guru mengatakan bahwa kepala sekolah sedang keluar sedangkan saat wartawan berusaha meminta nomor kontak untuk keperluan konfirmasi dia tidak berani memberikannya."Tunggu aja ibu itu pak,kami tidak berani memberikan nomor kontaknya nanti ibu itu marah,"katanya. (BP/PN)

Penulis: -

Baca Juga