Jakarta, harianbatakpos.com – Ternyata, Jusuf Kalla (JK) pernah menolak permintaan untuk bertemu oleh Rismon Hasiholan Sianipar. Tujuan pertemuan, Rismon ingin menyerahkan buku berjudul ‘Gibran EndGame’.
JK mengakui hal ini dalam konferensi pers di kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, dikutip dari Liputan6, Minggu Sabtu (19/4/2026). Ia bahkan memperlihatkan pesan WhatsApp sebagai bukti penolakan tersebut.
“Si Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang. Saya tidak terima, mana lihatin,” ujar JK.
Menurut JK, permintaan pertemuan itu tidak hanya datang dari Rismon. Ia juga menyebut Roy Suryo sempat ingin menemuinya, namun juga ditolak.
“Minta waktu nanti ditampilkan WA-nya. Oleh temannya yang, saya tolak. Roy Suryo mau ketemu, saya tolak. Demi saya mau netral,” tegasnya.
JK menjelaskan, Rismon berencana menemuinya bersama beberapa orang untuk menyerahkan buku tersebut. Namun, ia memilih tidak terlibat.
“Dia (Rismon) mau ketemu saya dengan tujuh orang. Dia mau kasih bawa buku ke saya. Mau ditemani oleh beberapa orang. Saya tolak. Saya tidak mau campur dengan urusan,” ungkapnya.
Bantah Rp5 M
Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut juga menyinggung soal tudingan terhadap dirinya terkait isu yang berkembang. Ia menyebut tidak hanya dirinya, tetapi sejumlah tokoh lain ikut diseret.
“Tapi ini soal Rismon itu sudah melibatkan semua orang. Dituduh lah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja,” sebutnya.
Ia membantah tudingan menerima aliran dana, termasuk isu pemberian Rp5 miliar.
“Ya sama lah. Kenapa? Apalagi saya, dituduh kasih Rp5 miliar. Mana saya kasih Rp5 miliar? Ketemu saja tidak tahu saya. Kenal pun tidak. Ini buktinya. WA-nya. Tidak, Jangan terima. Bilang ini, tidak. Bilang lagi ke bohir-bohirnya, mau menemui saya? Tidak mau saya. Kenapa tiba-tiba sensitif sekali, saya katakan, saya seniornya (Jokowi),” pungkas JK. (REL)


Komentar