Tanpa Papan Informasi “Proyek Siluman” di Dinas Peternakan Provinsi yang Berada di Labuhanbatu Dipertanyakan

Rantauprapat,BP: Tanpa papan informasi "Proyek Siluman" Dinas Peternakan Provinsi yang berada di Labuhanbatu dipertanyakan.

Dikatakan demikian karena proyek provinsi pembibitan ternak yang berada di Kelurahan Lobusona Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu pekerjaannya asal jadi dan  tidak memakai papan informasi,yang membuat beberapa wartawan dan LSM bertanya tanya proyek apa, berapa jumlah anggarannya dan perusahaan apa yang mengerjakannya.

Sebelumnya Kasi Pembibitan Ternak Dinas Peternakan Provinsi Agus kepada wartawan mengatakan bahwa pekerjaan di UPT Dinas Peternakan Provinsi yang berada di Lobusona ada beberapa aitem pekerjaan yakni proyek pembuatan sumur bor,menara tangki air, merehap kandang ternak, dan olah tanah untuk penanaman rumput gajah atau kingres untuk makanan ternak kambing dan sapi.

Amatan wartawan dilapangan bahwa banyak kejanggalan kejanggalan misalnya penanaman kingres dimaksud tidak diluku semuanya.Selain itu pembuatan sumur bor diduga tidak sesuai dengan spesifikasi karena masih memakai alat manual, proyek rehap kandang ternak banyak pekerjaannya yang retak retak.

Agus selaku Kasi Pembibitan Ternak yang sekali gus juga merupakan dokter hewan yang bertugas di UPT Dinas Peternakan Provinsi yang berada di Labuhanbatu ini kemarin mengatakan selain pakan rumput pakan tambahan ternak ada juga disediaka dilokasi pembibitan ternak namun jikalau sapi kebanyakan makan makanan tambahan bisa perut sapi jadi gembung karena tidak seimbang dengan pakan rumput.

"Proyek ini dikerjakan oleh pihak ketiga pemenang tender, akupun sudah jenuhnya bertugas disini kalau bisa dipindahkannya dari sini,"kata Agus.

Ironisnya Proyek disatu lokasi ini telah berjalan selama  kurang lebih dua Minggu namun sampai berita ini diturunkan belum ada juga papan informasi dipasang dilokasi proyek dimaksud.

Kepada harianbatakpos.com, Kamis (12/12) saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan bahwa pemenang tender sudah diperintahkan nya untuk memasang plang informasi dilokasi proyek.

"Proyek itu membuat jembatan sekalian pengerasan jalan,pembuatan sumur bor,tangki air,rehap kandang dan penanaman kingres pemenang tender itunya semua mengerjakan itu bang, kan sudah saya suruh kepada penang tender itu supaya plang informasi dipasang,"ujar Agus.

Anehnya sebelumnya Agus mengatakan kepada media ini bahwa hari Senin (9/12) sekalian pembangunan jembatan disitu juga dipasang plang informasi proyek namun hingga hari Kamis plang informasi belum juga dipasang yang lebih ironisnya lagi Agus yang juga sebagai pengawas pekerjaan proyek ini  mengatakan membangun jembatan untuk menuju lokasi pembibitan ternak namun ternyata bis yang dipasang.

Ditempat terpisah Binsar Hutagalung Ketua Investigasi dan Liputan Masyarakat Pemerhati Pelaku Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (MPPK2N) Sumatera Utara ketika diminta tanggapannya mengatakan kalau memang ada penyimpangan penyimpangan terkait proyek ini dilapangan dia siap melaporkanya keranah hukum.

"Ini namanya pembiaran yang mengabaikan hak publik tentang informasi sebagaimana yang diamanahkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008," paparnya.

Ditambahkannya, demikian juga dengan pelaksanaan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, lanjut Binsar dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek yang memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksananya dan nilai kontrak serta jangka waktu pengerjaannya. (BP/PN)

Penulis: -

Baca Juga